Tahu Organ Tunggal Dilarang, Tapi Sepakat Ambil Risiko

  • Bagikan
Tim gabungan Polres Tanggamus, Kodim 0424 dan Satgas Covid-19 membubarkan hiburan organ tunggal di Pekon Karangagung Kecamatan Semaka, Sabtu dini hari (15/5). Pembubaran dilakukan karena melanggar protokol kesehatan dan surat edaran bupati tentang pencegahan virus Covid-19. FOTO HUMAS POLRES TANGGAMUS

RADARLAMPUNG.CO.ID – Ketua Karang Taruna Pekon Karangagung, Kecamatan Semaka, Tanggamus, RK mengaku mengetahui bahwa acara bujang gadis yang dimeriahkan hiburan organ tunggal tersebut dilarang.

Pihaknya juga sudah mendapat peringatan dari aparat terkait. Baik pekon, kecamatan dan Bhabinkamtibmas maupun Babinsa.

“Kegiatan itu sebenarnya sudah dilarang. Tapi kami sepakat untuk mengambil semua resiko,” kata RK di Mapolres Tanggamus, Senin sore (17/5).

Pemuda 22 tahun ini juga mengaku menyesal, karena akibat kegiatan tersebut dirinya diamankan dan dijadikan tersangka.

Diketahui, tim gabungan Polres, Kodim 0424 dan Satgas Covid-19 Tanggamus membubarkan paksa hiburan organ tunggal di Pekon Karangagung, Kecamatan Semaka, Sabtu dini hari (15/5).

Dalam rekaman video yang sempat viral di media sosial Facebook, aparat harus mengeluarkan tembakan ke udara sebagai peringatan agar warga yang berkerumun membubarkan diri.

Baca Juga:   Program Bude Sar'i, Bupati Kunjungi Empat Pekon di Airnaningan

Buntut dari keramaian tersebut, Polres Tanggamus menetapkan delapan tersangka dalam kasus kerumunan organ tunggal di Pekon Karangagung, Kecamatan Semaka. (ral/ehl/ais)



  • Bagikan