Tahun Ini KAI Catat 16 Lakalantas, Ini Titik Rawannya

  • Bagikan
Petugas PT KAI Divre IV Tanjungkarang menggelar sosialisasi keamanan dan keselamatan di Perlintasan Stasiun Labuhan Ratu, Selasa (15/12). FOTO PRIMA/RADARLAMPUNG.CO.ID 

RADARLAMPUNG.CO.ID – Angka kecelakaan lalulintas (Lakalantas) yang melibatkan Kereta Api, di wilayah Divre IV Tanjungkarang masih cukup tinggi. Dari awal tahun 2020 hingga saat ini tercatat mencapai 16 Lakalantas.

Manager Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang Jaka Jakarsih menuturkan, wilayah Divre IV ini membentang dari Tarahan, Lampung hingga Tanjung Rembang, Sumatera Selatan.


“Ada 16 kecelakaan lalulintas yang terjadi dalam kurun tahun 2020 ini. Tujuh kecelakaan terjadi di perlintasan resmi, sedangkan sembilan lainnya terjadi di perlintasan tidak resmi,” tuturnya, Selasa (15/12).

Titik rawan kecelakaan sendiri berada di perlintasan liar yang dibuka oleh penduduk, tanpa sepengetahuan pihak PT KAI. “Di Bandarlampung saja kita catat ada 32 perlintasan liar yang kita lakukan penutupan. Perlintasan resmi ada 10. Sebagain sudah dipisahkan dengan flyover dan underpass,” ujarnya.

Baca Juga:   Laka di JTTS Kembali Terjadi, 4 Orang Meninggal Dunia

Untuk itu pada kesempatan ini, PT KAI Divre IV melakukan sosialisasi kemanan dan keselamatan di perlintasan sebidang. Mengingat tahun 2020 tengah melakukan evaluasi terkait kejadian yang sering terjadi diperlintasan sebidang.

“Namun perlu dipahami kecelakan di perlintasan sebidang bukan kecelakaan kereta, tapi lebih ke kecelakaan lalulintas,” ucapnya.

Pihaknya pun mengimbau masyarakat, saat akan melintasi perlintasan sebidang harus lebih disiplin, akan lebih baik untuk berhenti sejenak, sembari melihat kanan dan kiri.

“Untuk kecelakaan kita sendiri dari tahun ketahun angkanya alhamdulilah menurun. Semoga masyarakat lebih berhati-hati lagi,” terangnya.

Jaka pun menambahkan, dalam menghadapi pandemi Covid-19, pihaknya ketat dalam menerapkan protokol kesehayan, terutama 3M (Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, dan Memakai masker).

“Kita terapkan mulai dari lapangan. Juga ketika masuk Stasiun petugas akan mengecek suhu penumpang tidak lebih dari 37,3°C. Jika melebihi akan diminta istrihat dulu untuk dicek medis. Alhamdulilah selama ini belum pernah ditemui yang seperti itu,” tuturnya.

Baca Juga:   Polisi Masih Berusaha Identifikasi Pelaku Pencurian Minimarket

Bagitu pula di dalam kereta api, petugas akan rutin mengecek suhu penumpang setiap dua jam dan mengurangi kapasitas penumpang. “Jadi full-nya cuma 70 persen dari total muatan Kereta Api,” ucapnya.

Menjelang Natal dan Tahun baru sendiri, pihaknya hanya mengoprasikan kereta jarak pendek seperti KA Kuala Stabas jurusan Baturasa-Tanjungkarang dan sebaliknya.

“Untuk tujuan Kertapati belum beroprasi karena di sana masih Zona Merah, kita menghindari penyebaran Covid-19. KA Kuala Stabas sendiri di akhir tahun ini selalu penuh, jadwal dua hari sebelum keberangkatan pasti sudah penuh. Maka kami sarankan penumpang membeli tiket secara online,” ujarnya. (pip/sur)




  • Bagikan