Tahun Pertama Buka, Minat ke Prodi Pendidikan Bahasa Lampung Tinggi

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID-Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Lampung baru pertama kali di buka tahun ini. Program sarjana itu lantas diminati banyak calon mahasiswa.

Hal itulah yang diungkapkan Dekan FKIP Unila, Prof Patuan Raja melalui Wakil Dekan 1 FKIP Unila Sunyono, yang menyebut penerimaan pendaftaran calon mahasiswa untuk Prodi S-1 Pendidikan Bahasa Lampung tahun ini melalui tiga jalur.

“Tahun ini dibuka tiga jalur penerimaan untuk Prodi Pendidikan Bahasa Lampung. Antusias calon mahasiswa sangat tinggi. Kemarin untuk tes SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) ada 400 lebih yang tes,” terang Sunyono.

Untuk kuota, dari total 90 yang disediakan, Sunyono mengatakan ada 15 kuota yang disediakan bagi calon mahasiswa yang mendaftar di Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), SBMPTN sebanyak 45 siswa. Sementara 30 kuota sisanya akan masuk dalam beasiswa yang merupakan kerjasama antara Pemprov Lampung dan Universitas Lampung.

“Nanti ada beasiswa ada dengan jalur kerjasama. Nanti, Pemprov Lampung yang akan mengajak kabupaten/kota dalam kerjasama ini. Kemudian akan disetorkan nama-nama calon mahasiswa untuk kami seleksi. Walaupun provinsi yang rekrutmen, tetap kami yang seleksi. Misalnya kan dibutuhkan 30 orang, tapi kami minta Pemprov setorkan 90 nama. Barulah 30 orang yang akan diterima untuk beasiswa,” tambahnya.

Baca Juga:   Ranking Webometrics, UIN RIL Tiga Besar PTKIN 

Dalam persiapan penerimaan mahasiswa baru ini, Sunyono menyebut FKIP Unila sudah menyiapkan tujuh dosen pengajar. Dosen resmi ada lima orang, dan ada dua dosen kontrak. Sehingga total ada tujuh dosen.

Pembukaan Prodi S-1 Pendidikan Bahasa Lampung ini memang sudah belasan tahun diinginkan. Berawal dari tahun 1997, Farida Ariyani sang inisiator Pendidikan Bahasa Lampung mengungkapkan ditahun itu dirinya ditugaskan untuk menggelar Seminar Nasional Bahasa Lampung bersama Prof Hasyim Gunawan dari Universitas Indonesia.

Saat itu, Farida hadir untuk presentasi mengenai bahasa Lampung dihadapan tokoh-tokoh Lampung yang ada di Jakarta. Bahkan, ada tokoh yang berasal dari Jerman.

“Jadi seminar itu tujuannya menyamakan persepsi, mengupayakan dan melestarikan bahasa Lampung. Selain itu, berdasarkan riset Prof. Hasyim Gunawan (1984), dari penelitian bahwa bahasa Lampung diprediksi akan punah pada generasi ketiga. Artinya 75 tahun dari tahun 1984 kan. Maka dari seminar itu rekomendasi adalah membuka minimal D-III pendidikan Bahasa Lampung,” terang Farida.

Baca Juga:   UTI Perguruan Tinggi Swasta Terbaik Se-Sumbagsel

Keinginan itu disambut baik Rektor Unila. Pada 1998 dibukalah Prodi Pendidikan Bahasa Lampung, namun baru D-III. Pembukaan prodi pendidikan bahasa Lampung itu menjadi salah satu upaya menanggulangi tidak punahnya Bahasa Lampung dari jalur formal.

“Sejak saat itu, setiap tahun menerima satu kelas, pernah ada juga yang dua kelas. Namun hanya sampai 2005, D-III Prodi Bahasa Lampung diberhentikan. Karena melihat lulusannya apakah diangkat atau tidak. Pengangkatan juga tidak begitu banyak, maka kami hentikan di fakultas,” tambah Farida.

Maka, dengan dibukanya Prodi S-1 Pendidikan Bahasa Lampung saat ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan guru Bahasa Lampung di Provinsi Lampung. (rma/wdi)




  • Bagikan