Tak Ada yang Meringankan, Pembawa 60 Kg Sabu Divonis Mati!

  • Bagikan
Terdakwa kasus kepemilikan 60 kilogram sabu, Rahmatullah alias Akok (41), warga Tangerang, Banten yang divonis mati dalam sidang di Pengadilan Negeri Sukadana, Kamis (5/9). FOTO DWI PRIHANTONO/RADARLAMPUNG.CO.ID
Terdakwa kasus kepemilikan 60 kilogram sabu, Rahmatullah alias Akok (41), warga Tangerang, Banten yang divonis mati dalam sidang di Pengadilan Negeri Sukadana, Kamis (5/9). FOTO DWI PRIHANTONO/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Majelis hakim Pengadilan Negeri Sukadana tidak memberi ampun kepada terdakwa kasus penyalahgunaan narkoba. Satu lagi terdakwa yang divonis hukuman mati.

Ini diputuskan majelis hakim yang diketuai Achmad Irfir untuk terdakwa Rahmatullah alias Akok (41), warga Tangerang, Banten. Dalam sidang Kamis (5/9), hakim menyatakan Rahmatullah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 114 ayat 2 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika.

”Terbukti bersalah dan meyakinkan melanggar pasal 114 ayat 2 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika,” kata hakim.

Pertimbangan yang memberatkan, perbuatan pembawa 60 kilogram sabu itu bertentangan dengan program pemerintah dalam pemberantasan narkoba. Selain itu, perbuatan terdakwa juga meresahkan masyarakat. Sementara tidak ada hal yang meringankan.

Baca Juga:   Tren Kasus Covid-19 di Lambar Mulai Landai, Tapi Angka Kematian Tinggi

Terhadap putusan tersebut, terdakwa menyatakan pikir-pikir. Sementara jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Lamtim M. Habi Hendarso menyatakan menerima putusan tersebut.

Kasus kepemilikan 60 kilogram sabu itu tersebut berawal dari upaya seseorang tidak dikenal yang berniat membeli speedboad milik nelayan Desa Purwosari, Kecamatan Pasirsakti Lampung Timur, Minggu (30/12/2018) silam. Orang tak dikenal tersebut, menawar speedboad  dengan harga Rp50 juta.




  • Bagikan