Tak Dapat Lapak, Rombongan Pedagang Pasar Smep Datangi Wali Kota

  • Bagikan
Sejumlah pedagang saling dorong dengan petugas Pemkot Bandarlampung, Jumat (22/10). Diketahui sejumlah pedagang melakukan unjuk rasa di kantor Pemkot terkait pengundian pedagang di Pasar Smep. Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id
Sejumlah pedagang saling dorong dengan petugas Pemkot Bandarlampung, Jumat (22/10). Diketahui sejumlah pedagang melakukan unjuk rasa di kantor Pemkot terkait pengundian pedagang di Pasar Smep. Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Beberapa orang mengklaim sebagai pedagang Pasar Smep yang tidak mendapat lapak menyampaikan aspirasi ke Kantor Wali Kota Bandarlampung, pada Jumat (22/10). Mereka menuntut pengundian kembali lapak.

Rombongan diterima langsung Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana di ruang rapatnya.


Salah satu pedagang, Heri Bawon (63), warga Way Tataan mengatakan, pasca bertemu dengan wali kota aspirasi yang disampaikan pedagang diterima dengan baik oleh orang nomor satu di Kota Tapis Berseri itu.

“Ditanggapi secara baik-baik dan diterima dengan baik oleh bunda. Bahkan didata kembali yang belum dapat (lapak, red) didata ulang, termasuk saya yang dagang ikan,” ujarnya usai bertemu wali kota, Jumat (22/10).

Ia pun menyampaikan rasa bahagia pasca bertemu wali kota. Sebab akan mendapatkan lapak kembali. “Tuntutan kami mendapatkan hak kami, bahkan saya sudah dagang dari 1985,” ucapnya.

Baca Juga:   Wali Kota Intruksikan Living Plaza Bangun Kolam Penampungan

Menurut Heri, saat pendataan beberapa waktu lalu dirinya telah didata oleh petugas. Namun saat pengundian, namanya tidak dimasukan. “Kenapa data saya nggak dimasukin. Saya juga masuk HPPS (Himpunan Pedagang Pasar Smep),” tuturnya.

Sementara Eva Dwiana mengatakan telah mengambil kesimpulan bahwa pedagang yang datang adalah pedagang Pasar Smep.

“Mungkin kemarin karena pendataanya ada paguyuban, ada yang belum terdata. Tapi kita tidak mau menyalahkan paguyuban. Karena paguyuban ini untuk kekompakan dan kebersamaan,” terangnya.

Dirinya pun mengaku tidak menyalahkan siapapun dalam kejadian tersebut. Juga, mengatasnamakan Pemkot Bandarlampung dirinya menyampaikan permohonan maaf.

“Mungkin ada yang slip atau seperti apa. Bunda atas nama pemkot mohon maaf. Mudah-mudahan klir. Bunda bicara dengan teman-teman pedagang dan bunda juga minta bantu karena Pasar Smep jadi percontohan untuk kita nanti tuan rumah APEKSI Nasional 2022,” ungkapnya.

Baca Juga:   Warga Kemiling Permai Keluhkan Galian di Jalan

Dirinya pun meminta tolong kepada pedagang untuk membantunya supaya pasar Smep dan pasar yang ada di Bandarlampung dapat memberikan contoh terbaik untuk masyarakat Bandarlampung.

Mantan anggota DPRD Provinsi Lampung itu pun mengatakan akan memberi sanksi jika ada pegawai yang menyimpang. “Semua kepala daerah gitu, kalau pejabatnya agak nyimpang dikit ya akan kita beri sanksi. Tapi kita lihat prosesnya seperti apa,” terangnya.

Sehingga, ia menanggap kejadian ini akibat miskomunikasi. “Apalagi kadis kita kan baru, kita baru rolling dari Eselon 2 dan 3. InsyaAllah dengan gini terjalin silaturahmi. Pedagang adalah keluarga besar bunda,” ungkapnya. (pip/sur)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan