Taksi Online Berharap Bisa Rasakan Pertalite Harga Premium

  • Bagikan
Petugas mengisi bahan bakar kendaraan roda dua di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24351125, di Jalan Sultan Agung Wayhalim, Bandarlampung, Minggu (14/3). PT Pertamina (Persero) menurunkan harga BBM jenis Pertalite dari Rp7.850 menjadi Rp 6.450 per liter atau setara dengan harga premium, di 27 SPBU di Bandarlampung. FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Program langit biru dengan menurunkan harga pertalite seharga premium untuk 6 bulan ke depan tidak bisa dirasakan oleh pengemudi taksi online. Sebab, sasaran dari program tersebut selain kendaran roda dua, juga mobil berplat kuning atau angkutan umum, sedangkan taksi online yang juga mengangkut penumpang tidak berplat kuning.

Pembina Asosiasi Driver Online (ADO) Lampung Arisandi mengatakan, pengemudi taksi online juga sangat membutuhkan stimulus dari sisi bahan bakar. Dari sisi pengeluaran, itu juga bisa sedikit membantu para pengemudi taksi online.


“Itu bisa menghemat, apalagi ini sampai 6 bulan kan. Karena saya juga merasakan, kadang sehari sudah mutar sana sini, hanya dapat beberapa puluh ribu, ditambah pandemi,” ujarnya, Senin (15/3).

Baca Juga:   Antusiasme Masyarakat Semakin Tinggi, Penjualan SR015 di BRI Meningkat Pesat

Pihaknya berharap, pengemudi taksi online juga bisa dapat stimulus penurunan harga pertalite tersebut.

“Misalkan, kalau taksi online, meskipun tidak berplat kuning, tapi menunjukkan aplikasi jika memang ia driver online. Jadi itu bukti jika memang ia seorang driver taksi online. Kami berharap, kami juga bisa dapat merasakan stimulus itu. Kayak ganti oli,ada kerja sama, jadi saat kita tunjukkan aplikasi online, kita dapat diskon, kenapa di SPBU tidak bisa,” katanya. (rur/sur)




  • Bagikan