Takut Ditembak Mati, Tersangka Kasus Curas Menyerahkan Diri

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Merasa tidak tenang karena menjadi buruan polisi dan takut ditembak mati, seorang tersangka pencurian dengan kekerasan (curas) menyerahkan diri ke Polsek Terbanggibesar, Lampung Tengah, sekitar pukul 10.00 WIB, Jumat (22/6).

Residivis kasus curas ini menyerahkan diri didampingi pihak keluarga di kediaman Ketua DPD II Partai Golkar Lamteng Musa Ahmad, Kelurahan Yukumjaya, Kecamatan Terbanggibesar.

Kapolsek Terbanggibesar Kompol Donny Hendridunand mengatakan,
Aswin Saleh alias Wiwin (32), warga Kampung Terbanggibesar, Kecamatan Terbanggibesar, diserahkan pihak keluarga.

“Pihak keluarga yang menyerahkannya. Tersangka didampingi ibu dan istrinya. Terlebih lagi, tersangka pernah digerebek Tekab 308 Polres Lamteng dan Polsek Terbanggibesar di kediamannya. Kita imbau pihak keluarga menyerahkannya. Alhamdulillah, pihak keluarga mendukung. Difasilitasi Bapak Musa Ahmad, tersangka pun mau menyerahkan diri,” katanya.

Baca Juga:   Tahun Ini, Bandarlampung Terima 105 Unit Bantuan Bedah Rumah BSRS

Tersangka, kata Donny, juga mengaku merasa tidak tenang dikejar rasa takut karena menjadi buronan polisi. “Pengakuan tersangka tidak tenang selalu dikejar-kejar polisi. Bahkan tersangka mengaku ditembak mati,” ujarnya.

Kasus terakhir, kata Donny, tersangka melakukan aksi curas pada 10 April 2018. “Pada 10 April 2018 aksi terakhirnya. Tersangka merampas uang Rp13 juta dan HP milik Yopa Santofa (36), warga Kecamatan Telukbetung Utara, Bandarlampung. TKP-nya di jalan lintas Sumatera, tepatnya depan Balai Kampung Terbanggibesar. Aksinya bersam rekannya yang sudah ditangkap Polres Lamteng, Ray Mahardika alias Rey (35),” ungkapnya.

Dalam catatan kepolisian, kata Donnyi, tersangka telah melakukan aksi curas di wilayah hukum Polsek Terbanggibesar sebanya tujuh TKP. “Catatan kita sudah tujuh kali melakukan aksi curas. Terkadang aksinya seorang diri dan bersama rekannya,” tegasnya.

Baca Juga:   Dear Camat se-Tubaba, Siap-Siap Dapat Pelimpahan Wewenang Ini Dari Bupati

Sedangkan Ketua DPD II Partai Golkar Lamteng Musa Ahmad membenarkan bahwa dirinya memfasilitasi penyerahan diri tersangka. “Ya, kita fasilitasi penyerahan diri tersangka. Tersangka juga berjanji tidak akan melakukan perbuatan kriminal lagi,” katanya.

Musa Ahmad menyatakan mendukung upaya pihak kepolisian menindak aksi kriminalitas di Lamteng. “Tentunya kita sangat mendukung. Apalagi pelaku kriminalitas sangat meresahkan masyarakat,” tegasnya. (sya/gus)




  • Bagikan