Tanamkan Konsep Beribadah ke Anak Sejak Dini

  • Bagikan
FOTO ILUSTRASI PEXELS

RADARLAMPUNG.CO.ID – Orang tua harus menanamkan konsep puasa yang menyenangkan bagi anak-anaknya dari usia dini. Agar, anak-anak tetap nyaman, menyenangkan di saat menjalankan puasa.

Psikolog Bandarlampung Cindani Trika Kusuma, M.Psi. mengatakan, anak usia di bawah lima tahun, masih dalam tahapan belajar. Sehingga, kembali ke orang tuanya, bagaimana orang tua menanamkan beribadah, termasuk puasa.

“Tetapi, konsep ibadah orang tua juga berbeda-beda. Tetapi bagaimana mengajarkan anak-anak untuk berpuasa, bisa difokuskan dari usia dini. Biasanya perilaku anak itu ada perilaku karena ada proses belajar,” katanya.

Begitu juga dengan konsep beribadah, seperti shalat, berpuasa, ngaji, dan lainnya, orang tua bisa mengajarkan atau menyampaikan hal yang baik dari berpuasa. Misalkan, anak perlu memahami kenapa orang dilarang makan dan minum selama satu bulan di siang hari hingga menjelang maghrib. Orang tua bisa sampaikan kepada anak, bahwa kalau beribadah atau puasa, akan disayang Allah, doa-doa akan dikabulkan, nanti, di usia 3 sampai 5 tahun, anak-anak sudah ada rasa sayang.

“Berarti Allah, penolong,sumber kasih sayang dan lainnya. Sehingga ketika diperintahkan untuk puasa dia akan dengan sendirinya menjalankan puasa,” ujarnya.

Namun, orang tua jangan berbicara ke arah negatif terkait apapun itu, misalkan jika tidak berpuasa, Allah bisa marah, atau nanti dipukul ibu.

“Itu dua konsep yang berbeda. Meski konsep ini hasilnya sama, anak-anak akan puasa, tapi bagaimana nanti perkembangan psikologis anak-anak itu, ketakutan atau nyaman menjalankan ibadah puasa,” jelasnya.

Terkait, iming-iming dari orang tua kepada anak, jika anak tersebut diberikan hadiah sebagai kerja kerasnya menjalankan puasa, itu tidak masalah. Artinya, orang tuanya memberikan penghargaan kepada anaknya karena telah menjalankan ibadah puasa.

“Uang ini dikonsepkan fee dari usaha kerja keras anak. Untuk membangun konsep bahwa puasa ini menyenangkan, itu tidak apa-apa. Nanti seiring dengan berkembangnya usia mereka,  akan lebih matang tentang konsep berpuasa. Dan dengan sendirinya, tanpa yang itu, mereka akan tetap menjalankan ibadah puasa,” pungkasnya. (rur/sur)




  • Bagikan