Tangan-tangan Terampil Warga Binaan Lapas Perempuan Ikuti Pelatihan Budidaya Tanaman

  • Bagikan
Para warga binaan lapas perempuan perempuan kelas llA Bandarlampung saat mengikuti program pelatihan budidaya tanaman hias di lapas perempuan perempuan kelas llA Bandarlampung, Selasa (9/3). Foto M. Tegar Mujahid/ Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sebanyak 40 warga binaan mengikuti program pelatihan budidaya tanaman dan buah. Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Bandarlampung. Pelatihan diberikan langsung oleh para akademisi di Lampung berlangsung selama 18 hari kedepan.

Anisa Adelia (20) salah satu peserta pelatihan mengatakan, banyak pengalaman yang didapat dari mengikuti pelatihan ketrampilan tersebut. Meski baru hari pertama mengikuti pelatihan, sudah banyak materi yang didapat oleh wanita terpidana tersandung kasus penyalahgunaan narkoba.


“Kami disini diperkenalkan macam macam media tanam. Mulai dari tanah, Sekam hitam hingga pupuk, Untuk selanjutnya kita diberi materi praktek budidaya tanaman buah dalam pot,” kata Anisa, Selasa (9/3).

Anisa yang sudah menjalani masa tahanan kurang lebih dua tahun, berencana akan membuka usaha sendiri pasca bebas dari jeruji besi ini. Dirinya mengaku sangat antusias begitu dirinya menjadi salah satu peserta yang berhak mengikuti pelatihan tersebut.

Baca Juga:   Bakso Son Haji Sony Adukan Nasip Karyawannya ke KSP RI

“Pengennya insyaallah punya usaha tanaman hias. Paling tidak setelah bebas dari sini bisa praktek langsung di rumah,” kata dia.

Sementara itu, Kalapas Kelas IIA Bandarlampung Putranti Rahayu mengatakan, program kepelatihan ini diharapkan dapat membantu para warga binaan mendapatkan ilmu tentang tata cara budidaya tanaman hias dengan baik dan benar.

“Ya, supaya mereka tahu dari tahapan awal budidaya tanaman maupun buah, sampai tahap proses pemasarannya,” kata Putranti -sapaan akrabnya-.

Oleh karenanya, Putranti berharap pelatihan dapat diikuti peserta dengan serius dan tekun. Karena menurutnya kegiatan ini sangat berguna bagi mereka dikemudian hari.

Putranti menambahkan, tanaman yang dihasilkan dari para peserta yang mengikuti pelatihan akan dipasarkan melalui market place secara online. “Dari pengelolaan tanaman hias. Karena sekarang tanaman hias lagi booming disaat pandemi covid-19, jadi kita beri pelatihan ke warga binaan,” pungkasnya. (gar/ang)




  • Bagikan