Tangani C3, Kapolresta Baru Perintahkan Tembak di Tempat

  • Bagikan
Kapolresta Bandarlampung yang baru AKBP Yan Budi Jaya (kanan) mendapat ucapan dari pejabat Polda Lampung usai serah terima jabatan di Graha Wiyono Siregar, Senin (18/11). FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Jabatan Kapolresta Bandarlampung resmi berganti, Senin (18/11). Dalam serah terima jabatan di graha Wiyono Siregar  Polda Lampung, Kombes Wirdo Nefisco digantikan AKBP Yan Budi Jaya.

Wirdo mengungkapkan, banyak hal yang membuat dia terkesan selama menjabat sebagai Kapolresta Bandarlampung. Salah satunya pengamanan Liga I yang berjalan kondusif.

”Alhamdulillah. Selama saya bertugas, terkait pemeliharaan kamtibmas, kita kerjasama dengan seluruh stakeholder. Agenda besar sudah kita lalui dalam mengamankan Bandarlampung. Seperti pengamanan pemilu dan pengamanan pertandingan sepak bola,” kata Wirdo.

Wirdo yang menempati posisi baru sebagai Kabid Propam Polda Kalimanta Timur ini menitipkan pekerjaan rumah (PR) penjagaan keamanan dalam Liga I yang menyisakan tiga pertandingan.

Baca Juga:   Oksigen Medis Langka, Stok RSUDAM Hanya Cukup Dua Hari, Sekprov Lampung Kumpulkan Pengusaha

”Banyak kesan positif di Bandarlampung. Saya telah memberitahukan hal itu kepada kapolresta baru agar terus dijaga keamanannya,” tegasnya.

Sementara AKBP Yan mengatakan, selain akan melaksanakan program lama, tentu dirinya akan melakukan program Kapolri.

”Kalau program saat ini belum ada. Namun saya akan melaksanakan program Kapolri. Ada tujuh prioritas yang dijalankan. Untuk program kapolres lama akan saya teruskan. Terkait Liga I, akan kita amankan maksimal,” kata Yan Budi.

Terkait persiapan pengamanan pemilihan wali kota, Yan Budi yang sebelumnya menjabat Kadin A Paminal Divpropam Mabes Polri, ini menjadi salah satu atensi. ”Jadi saya mohon bantuan masyarakat dan media untuk membantu. Sebab salah satu program Kapolri adalah manajemen media,” sebut dia.

Baca Juga:   Ombak 2 Meter Terjang Empat Rumah

Terkait penanganan kasus C3, yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), Yan Budi menyatakan akan menerapkan perintah tembak di tempat. Tentu ini disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Itu tergantung (kondisi lapangan). Korban tidak terluka, ya tidak (diterapkan tembak di tempat). Kalau korbannya tewas, dan petugas terancam, kita atensikan hal itu,” tegasnya. (mel/ais)




  • Bagikan