Tanggamus Aman PMK, Pengawasan Lalu lintas Ternak Diperketat


Petugas kesehatan hewan saat melakukan pemeriksaan hewan ternak sapi untuk memastikan tidak terjangkit virus PMK. FOTO DOKUMEN DISBUNNAK TANGAMUS

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Tanggamus belum menemukan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Meski begitu, sebagai langkah antisipasi, petugas kesehatan hewan rutin melakukan monitoring ke sejumlah pekon

Kepala Disbunnak Dhani Reza Efriansyah melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) drh.Ari Priyanto mengatakan, PMK yang kali pertama muncul pada 28 April 2022 di Gresik, Jawa Timur, hingga kini belum ditemukan di Tanggamus.





“Alhamdulillah, sampai hari ini belum ditemukan kasus PMK pada hewan ternak di Tanggamus. Kami setiap hari monitoring ke pekon untuk melakukan pemeriksaan ternak. Baik ke peternak dan pemeriksaan lalu lintas ternak yang diperketat,” kata Ari, Senin (16/5).

Dijelaskan Ari, PMK disebabkan oleh virus yang menyerang hewan berkuku belah, terutama ternak ruminansia seperti sapi, kerbau, kambing, domba serta babi.

Adapun ciri-ciri hewan ternak yang terkena PMK yaitu demam dengan suhu 39-41 derajat celsius, lesi atau lecet pada kaki, mulut, moncong nares, puting susu, air liur berlebih (hipersalivasi), mulut berbusa, pincang, malas bergerak dan pengelupasan kuku, tidak mau makan, lesu, lemah dan nafas cepat.

“Kalau mendapati gejala pada ternak seperti itu, segera lapor ke puskeswan terdekat atau WhatsApp ke nomor 085763684109,” ujar Ari.

Ari melanjutkan, kendati belum ditemukan kasus, namun ada potensi virus PMK berisiko masuk di Tanggamus. Hal itu bisa dari masuknya hewan dan/atau produk hewan yang berasal dari daerah wabah.