Tanpa Sebab, Pelaku Serang Ayah Kandung Dengan Arit

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Penganiayaan yang dilakukan Dwi Tanoyo terhadap Amat Kasian (70), ayah kandungnya dilakukan tanpa sebab. Amat yang tinggal di RT.1, Dusun 3, Pekon Bumiratu, Kecamatan Pagelaran, Pringsewu tewas dengan luka di bawah ketiak.

Informasi yang dihimpun, sebelum kejadian, ada empat orang mengobrol di dapur rumah Amat. Yakni Rasman dan istrinya Vivi. Kemudian Supiah, istri Amat dan anak mereka Tri.

Nggak tau sebabnya apa, anak korban yakni Dwi masuk ke dapur,” kata Rasman. Lantas Dwi bertanya kepada ayahnya, mereka berkumpul sedang membicarakan apa.

Ngrasani opo lah pak (membicarakan apa pak),” kata Rasman menirukan ucapan Dwi.

Tanpa diduga, Dwi yang memegang arit langsung menyabetkan senjata tajam itu ke arah ayahnya. Ketiak bagian kiri Amat terluka. “Saya berupaya memisah. Namun korban yang sudah terluka berupaya lari,” sebut dia.

Baca Juga:   Dugaan Penganiayaan Pengurus Yayasan Hidayatul Muslimin, Polres Tuba Periksa Lima Saksi

Hal sama disampaikan Viki, salah seorang tetangga yang sempat menolong Amat. Saat itu ia mendengar teriakan dan langsung menuju asal suara.

“Sampai di sana, saya sempat memegangi tubuh korban. Darahnya mengucur. Sempat takut juga karena anak korban (Dwi, Red) masih memegang arit,” ucapnya.

Kemudian Rasman dan istrinya membawa Amat ke rumah sakit. “Tadinya mau dinaikkan ke motor dan dibawa ke puskesmas. Tapi kondisinya tidak memungkinkan dan dibawa pakai mobil ke rumah sakit,” sebut dia. (sag/ais)




  • Bagikan