Tarawih Sama Saja Seperti Olahraga? Ini Kata Dokter

  • Bagikan

radarlampung.co.id –  Di bulan suci Ramadhan semua umat muslim berlomba-lomba untuk melakukan ibadah dengan maksimal, begitu pula dengan salat tarawih. Tarawih biasanya dilakukan sebanyak 11 atau 23 rakaat.

Dengan gerakan salat yang dilakukan lebih banyak, mengharuskan tubuh bergerak terus-menerus. Apakah bisa dikatakan sebagai olahraga?

“Gerakan-gerakan salat itu gerakan aktif, gerakannya fleksibilitas dan dapat meningkatkan kekuatan otot,” ujar dokter spesialis kedokteran olahraga, dr A. Andi Kurniawan SpKO.

Saat salat, ada banyak otot yang terlatih yang dapat mendukung terbentuknya kekuatan otot. Namun, menurut dr Andi, solat tarawih saja tidak cukup untuk menjaga kebugaran tubuh.

“Masih kurang. Olahraga itu kan ada parameternya, lima kali dalam seminggu minimal 30 menit. Jalan dari rumah ke masjid kalau cuma 5 menit, bolak-balik 10 menit saja masih kurang,” jelas dokter dari Indonesia Sports Medicine Centre itu.

Baca Juga:   Dcab Id Lampung bersama Fastron Pelumas Pertamina Salurkan Paket Program Semesta Berbagi

dr Andi menyarankan untuk bergerak aktif juga saat puasa, seperti memperbanyak jalan kaki. Karena salah satu olahraga yang direkomendasikan saat bulan puasa adalah jalan cepat.

“Jalannya jangan jalan santai, jalan cepat gitu yang bisa memacu detak jantung dan pernapasan,” tandasnya. (dtc/ynk)





  • Bagikan