Target Pendapatan Lamteng Berkurang, Belanja Daerah Naik

  • Bagikan
paripurna
Foto Humas DPRD Lamteng

Radarlampung.co.id – DPRD Lampung Tengah menggelar paripurna penyampaian nota keuangan Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021, Senin (20/9). Paripurna dipimpin Ketua DPRD Lamteng Sumarsono didampingi Wakil Ketua I Yulius Heri Susanto.

Wakil Bupati Lamteng Ardito Wijaya mewakili Bupati Musa Ahmad yang berhalangan hadir menyampaikan, target pendapatan daerah berkurang 1,00 persen atau Rp25,74 miliar lebih dari Rp2,56 triliun lebih menjadi Rp2,53 triliun lebih. Rinciannya PAD naik 9,209 persen atau Rp17,74 miliar lebih dari Rp192,84 miliar lebih menjadi Rp210,59 miliar lebih; pendapatan transfer turun 2,026 persen atau Rp43,49 miliar lebih dari Rp2,15 triliun lebih menjadi Rp2,10 triliun lebih; dan lain-lain pendapatan daerah yang sah tidak mengalami perubahan atau tetap Rp218,21 miliar lebih.


Kemudian, lanjut Ardito, belanja daerah naik 7,059 persen atau Rp186,73 miliar lebih dari Rp2,64 triliun lebih menjadi Rp2,83 triliun lebih. Rinciannya belanja operasi berkurang Rp5,83 miliar lebih. Yakni belanja pegawai berkurang Rp769,81 juta lebih dari Rp1,202 triliun lebih menjadi Rp1,201 triliun lebih; belanja barang dan jasa naik Rp19,87 miliar lebih dari Rp559,88 miliar lebih menjadi Rp579,76 miliar lebih; belanja subsidi berkurang Rp396,87 juta lebih dari Rp544,47 juta lebih menjadi Rp147,60 juta lebih; belanja hibah berkurang Rp24,50 miliar lebih dari Rp104,96 miliar lebih menjadi Rp80,46 miliar lebih; serta belanja bantuan sosial berkurang Rp42,00 juta menjadi Rp0.

Baca Juga:   OJK dan PIM Lampung Adakan Vaksinasi di PT GGP

Selanjutnya, kata Ardito, belanja modal mengalami kenaikan 57,534 persen atau Rp162,79 miliar lebih. Rinciannya belanja modal tanah naik Rp201,06 juta lebih dari Rp2,84 miliar lebih menjadi Rp3,04 miliar lebih; belanja modal peralatan dan mesin naik Rp3,58 miliar lebih dari Rp71,40 miliar lebih menjadi Rp74,99 milyar lebih; belanja modal gedung dan bangunan naik Rp2,73 miliar lebih dari Rp30,80 miliar lebih menjadi Rp33,53 miliar lebih; belanja modal jalan, jaringan, dan irigasi naik Rp156,31 miliar lebih dari Rp177,49 miliar lebih menjadi Rp333,80 miliar lebih; serta belanja modal aset tetap lainnya berkurang Rp39,08 juta dari Rp425,61 juta menjadi Rp386,53 juta.

Begitu juga belanja tidak terduga mengalami kenaikan Rp29,00 miliar dari Rp30,00 miliar menjadi Rp59,00 miliar. “Ini diperuntukkan sebagai antisipasi penanggulangan bencana alam lainnya dan penanganan pandemi Covid-19,” katanya.

Baca Juga:   Dinas PMK Lamteng Minta Kakam Libatkan PDTI dalam Pekerjaan Fisik

Belanja transfer, kata Ardito, naik Rp767,50 juta. Rinciannya belanja bagi hasil naik Rp767,50 juta dari Rp9,73 miliar lebih menjadi Rp10,50 miliar lebih dan belanja bantuan keuangan tidak mengalami perubahan atau tetap Rp456,34 miliar lebih.

Kemudian, penerimaan pembiayaan daerah yang semula dianggarkan Rp82,95 miliar lebih, kata Ardito, mengalami kenaikan Rp220,71 miliar lebih sehingga menjadi Rp303,67 miliar lebih. “Rinciannya Silpa TA 2020 Rp148,47 miliar lebih dan pinjaman daerah Rp155,20 miliar yang akan digunakan dalam pembangunan infrastruktur daerah dalam rangka mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional guna mengurangi dampak Covid-19,” katanya.

Untuk pengeluaran pembiayaan daerah Rp8,23 miliar lebih, kata Ardito, digunakan untuk penyertaan modal Rp3,5 miliar. “Juga untuk pembayaran utang pokok yang jatuh tempo dan pembayaran bunga pinjaman Rp4,73 miliar lebih,” tutupnya. (sya/sur)




  • Bagikan