Tarif Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Naik, Volume Lalin Alami Penurunan

  • Bagikan
Petugas kepolisian saat memeriksa kendaraan yang keluar dari gerbang Tol ITERA Kotabaru, Bandarlampung, Diketahui Hutama Karya selaku pengelola ruas jalan tol trans Sumatera (JTTS) menetapkan penerapan tarif baru tol Bakauheni-Terbanggibesar pada 29 Agustus 2021. Foto dibidik belum lama ini. Foto M. Tegar Mujahid/ Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Terjadi penurunan volume lalulintas di jalan tol trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggibesar (Bakter) pasca kenaikan tarif 29 Agustus lalu. Hal ini disampaikan Branch Manager PT Hutama Karya Cabang Bakter, Hanung Hanindito pada Senin (30/8). “Jumlah lalin pasca kenaikan tarif kemarin turun sebesar 11,11 persen. Ada volume kendaraan sebanyak 10.711 kendaraan dari kondisi normal pandemi 12.050 kendaraan,” ungkap Hanung.

Namun Hanung mengatakan Masih ada pengaruh volume lalin dari penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Karena ada beberapa Gerbang tol seperti di Gerbang Tol Kota Baru, Bandarlampung dan Gunung Sugih, Lampung Tengah.


Sementara PT Hutama Karya selaku pengelola ruas jalan tol trans Sumatera (JTTS) menetapkan penerapan tarif baru tol Bakauheni-Terbanggibesar pada 29 Agustus lalu.

Hal ini setelah dilakukannya sosialisasi masif sejak tanggal 12 Juni 2021 berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 732/KPTS/M/2021 tentang Penyesuaian Tarif Jalan Tol Bakauheni-Terbanggibesar (Bakter) tanggal 9 Juni lalu. Maka HK menginformasikan bahwa penyesuaian tarif tersebut secara resmi akan diberlakukan, terhitung mulai Minggu (29/08) Pukul 00.00 WIB.

“Adapun penyesuaian tarif tol telah diatur berdasarkan regulasi tentang Jalan Tol yang terdapat pada Peraturan Presiden (PP) Nomor 17 Tahun 2021 tentang perubahan keempat atas PP Nomor 15/2005 tentang Jalan Tol dimana disebutkan bahwa evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan setiap dua tahun sekali berdasarkan pengaruh laju inflasi,” ujar Direktur Operasi III Hutama Karya, Koentjoro.

Baca Juga:   Progress Vaksinasi di Lampung Capai 16,9 Persen

Koentjoro menambahkan penyesuaian tarif telah diikuti dengan peningkatan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dimana perusahaan berkomitmen memberikan pelayanan yang optimal bagi seluruh pengguna jalan tol. “Dari sisi pelayanan transaksi, kami telah menambah beberapa gardu tol yakni dua gardu tol di Gerbang Tol (GT) Bakauheni Selatan dimana semula lima gardu menjadi tujuh gardu serta dua gardu tol di GT Kotabaru dari empat gardu menjadi enam gardu. Kami juga melakukan penambahan enam unit Mobile Reader di GT Bakauheni Selatan dan dua unit Mobile Reader di GT Terbanggi Besar. Dari sisi peningkatan pelayanan lalu lintas, Hutama Karya juga konsisten dalam melaksanakan giat penertiban kendaraan ODOL,” tutur Koentjoro.

Hutama Karya juga telah melakukan pemasangan Variable Message Sign (VMS) di sepanjang Tol Bakter, penambahan 2 unit VMS Mobile pada kendaraan patroli, pemasangan 289 unit CCTV jalur yang dapat dilihat melalui aplikasi HK Toll Apps, serta optimasi sentral komunikasi. Kemudian, dari sisi pelayanan pemeliharaan juga telah dilakukan penambahan rambu-rambu, pengecatan marka dan peremajaan rambu-rambu keselamatan, penambahan rumble strip dan rumble dot pada lokasi yang rawan mengantuk, pemasangan warning light, serta pemeliharaan fisik jalan tol secara periodik dan melakukan perbaikan dengan rekonstruksi beton rigid.

Baca Juga:   TNI-AD Gelar Serbuan Vaksin di Bandara Radin Inten II

Terakhir, perusahaan juga aktif melakukan kegiatan penghijauan secara rutin pada sepanjang Tol Bakter sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup dan peningkatan estetika ruas.

Sebelumnya PT HK telah melakukan sosialisasi secara masif selama beberapa bulanterakhir, baik melalui media sosial, siaran pers resmi perusahaan, maupun media luar ruang seperti spanduk, baliho dan VMS. “Kami juga telah melakukan Focus Group Discussion (FGD) Internal Virtual Terbatas Sosialisasi Penyesuaian Tarif Tol Bakauheni – Terbanggibesar bersama dengan regulator serta Key Opinion Leader (KOL) yang dihadiri oleh Staf Ahli Kementerian PUPR, Bapak Endra Atmawidjaja, Staf Khusus III Menteri BUMN, Bapak Arya Sinulingga, Dishub Provinsi Lampung, Ketua YLKI dan masih banyak lagi peserta undangan lainnya pada 07 Juli 2021.” tutup Koentjoro. (rma/wdi)




  • Bagikan