Taruhan Judi, Siswa Ini Nekat Curi Tabung Gas

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Tergiur main judi, membuat MA (15) warga Sukabumi ini nekat mencuri tabung gas di SMKN 5 Bandarlampung di Jl. Pangeran Tirtayasa. Atas perbuatannya itu, MA pun harus berurusan dengan pihak Polsek Sukarame.

Kapolsek Sukarame Kompol Warsito melalui Panit Reskrim Aipda Sapriyanto mengatakan pihaknya melakukan penangkapan pada Kamis (8/7) pukul 01.00 WIB dinihari. “Ya kami lakukan penangkapan pada dinihari. Saat itu pelaku sedang ada di warung,” katanya, pada Kamis (8/7).

Namun untuk melakukan pembobolan di SMKN 5 itu, pelaku MA beraksi pada Senin (5/7) lalu sekitar pukul 22.00 WIB. Dirinya juga menjelaskan, MA telah melakukan aksinya sebanyak 3 kali. Namun, satu TKP ia mendapatkan apapun.

Baca Juga:   Sempat Viral di Medsos, Ini Pernyataan Kasat Narkoba

“Kalau TKP yang lain ada di warung kopi dan di Mabel yang lokasinya juga masih Sukabumi,” kata dia.

Atas tindakannya, MA disangkakan Pasal 363 dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara. “Karena dibawah umur, dikurangi sepertiga dari hukuman yang diterima,” jelasnya.

Dalam pengakuannya, MA melakukan aksi pencurian hanya seorang diri dan tanpa menggunakan alat-alat pengerusakan. “Saya manjat tembok (pagar), terus lewat pintu belakang dapur. Saya cuma nendang pintunya (mendobrak) terus kebuka terus saya masuk,” katanya.

Setelah berhasil masuk kedalam ruangan, MA membongkar ruang guru dan ruang dapur untuk mendapatkan barang yang bisa ia jual..”Cuma bawa dua tabung gas elpiji berukuran 3 kg dan 1 tabung gas berukuran 12 kg, serta sebuah Laptop berwarna silver merk HP,” ucapnya.

Baca Juga:   Polisi Bakal Usut Soal Orderan Fiktif

MA sempat merusak CCTV bagian depan, sehingga pada saat membawa hasil curiannya kabur tidak nampak CCTV. Namun, aksinya terekam CCTV SMKN 5 yang berada di tiap ruangan. MA yang baru saja menerima rapor kenaikan kelas 8 di salah satu SMP negeri di Bandarlampung. “Saya mau menjual barang hasil curian itu untuk taruhan memancing,” ungkap dia.

Barang-barang tersebut dijualnya dengan meraup pendapatan Rp 700 ribu. Rinciannya, laptop dijual seharga Rp 500 ribu dan ketiga tabung gas dijual seharga Rp 300 ribu. “Rp100 ribu dari jual laptop buat upah penjual laptop,” tandasnya. (ang/yud)




  • Bagikan