Teka-teki Kematian Gajah Betina Mengenaskan

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Seekor gajah mati betina di Bengkulu ditemukan mati mengenaskan, bagian caling (sebutan gading pada gajah betina) diambil. Penyebab kematiannya pun misterius.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu mengatakan gajah betina yang mati itu diperkirakan berusia 20 tahun. Bangkai gajah itu ditemukan telah membusuk dan organ dalamnya telah hancur.

“Lokasi ditemukannya gajah di HP Air Teramang, 3,5 km dari kawasan TNKS, di kebun sawit baru tanam milik warga Desa Tunggang, Mukomuko. lokasi kejadian masuk wilayah Desa Retak Mudik, Kec. Sungai Rumbai, Kab. Mukomuko. Disekitar lokasi juga ditemukan kotoran dan jejak kaki kelompok gajah liar, serta dua pondok kebun telah dihancurkan oleh gajah liar,” Kasubag TU BKSDA Bengkulu, Suharno.

Baca Juga:   Ini Instruksi Walikota Terkait Bandarlampung Masuk dalam Kategori PPKM Level 4

“Hasil pemeriksaan TKP yang diambil untuk tujuan pemeriksaan toksikologi dan histopatologi. Dari pemeriksaan bedah bangkai menunjukkan beberapa organ sudah mulai hancur dan membusuk,” sambungnya.

Suharno menambahkan lokasi ditemukannya bangkai gajah itu merupakan habitat populasi gajah di Bengkulu. Pihaknya memastikan akan menyelidiki penyebab kematian gajah betina yang ditemukan telah membusuk itu.

“Penyebab pasti kematian masih dalam proses penyelidikan aparat gabungan dari Dirjen Gakkum-BKSDA Bengkulu-TN Kerinci Seblat-polsek Sungai Rumbai-Koramil Ipuh dan pihak Desa setempat. Hutan Produksi Air Teramang dan sekitarnya merupakan habitat populasi terakhir kelompok besar gajah liar di Bengkulu,” imbuhnya. (dtc/ynk)




  • Bagikan