Tepati Janji, Mahasiswa Segel Bawaslu

  • Bagikan

radarlampung.co.id — Meski hanya diikuti puluhan orang, namun mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung menepati janjinya menggelar aksi segel Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung di Jalan Pulau Morotai No.10A, Jagabaya lll, Kec. Way Halim, Bandarlampung, Senin (4/6).

BEM U KBM Unila 2018 juga sempat menggelar aksi teatrikal di depan Kantor Bawaslu. Mereka mendesak agar Bawaslu menjalankan fungsinya mengawasi pemilu dan melawan kecurangan diantaranya politik uang (money politics).

Koordinator aksi, Tiasz Ariansyah mengatakan, pilkada 2018 telah memasuki fase akhir dengan menyisakan waktu tidak lebih dari 23 hari menuju pencoblosan di tanggal 27 Juni 2018. Hingga saat ini penyelenggaraan Pilkada Lampung harus terus dikawal untuk menghindari terjadinya pelanggaran pemilu khususnya politik uang.

Baca Juga:   Wakabid PAN Lampung : Tidak Ada Seremoni Pelantikan Kepengurusan

Menurut pasal 460 UU No.7/2017, pelanggaran administrasi meliputi pelanggaran terhadap tata cara, prosedur, atau mekanisme yang berkaitan dengan administrasi pelaksanaan pemilu dalam setiap tahapan penyelenggaraan pemilu.

“Jelaslah bahwa Bawaslu kini bukan sekedar lembaga pengawas tetapi juga lembaga peradilan. Atau setidaknya menjalankan fungsi-fungsi peradilan, sehingga kewenangan yang dimiliki seharusnya mampu dimaksimalkan dalam pengawasan terhadap pelaksanaan pilkada Lampung dengan segala potensi pelanggarannya,” teriaknya.

Aksi segel Bawaslu dibentangkan melalui spanduk warna putih oleh mahasiswa. Meski tak dilakukan penjagaan ketat dan barikade pihak kepolisian, namun ketua Bawaslu Fatikhatul Khoiriyah menemui mahasiswa dan menerima aspirasi mereka.

“Ingat, Bawaslu adalah Badan Pengawas Pemilu, bukan badan yang ingin diawasi melulu. Hidup Mahasiswa, Hidup Bangsa Indonesia. Bawaslu mandul maka pilkada kotor,” teriak para mahasiswa sebelum mengakhiri aksinya. (hen/gus)




  • Bagikan