Terapkan E-Retribusi di Pasar Gedongtataan dan Kedondong

  • Bagikan
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pesawaran Sam Herman meninjau penerapan e-retribusi di Pasar Gedongtataan, Kamis (1/8). FOTO FAHRURROZI/RADARLAMPUNG.CO.ID
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pesawaran Sam Herman meninjau penerapan e-retribusi di Pasar Gedongtataan, Kamis (1/8). FOTO FAHRURROZI/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Penarikan retribusi pelayanan pasar nontunai melalui kartu e-Brizzi Lampung Berjaya di Pasar Sukaraja, Gedongtataan dan Kedondong mulai diterapkan per 1 Agustus. Kebijakan ini mendapat sambutan positif dari sejumlah pedagang.

Salah satunya Herawati, pedagang pakaian di Pasar Sukaraja. Ia mengaku penarikan retribusi nontunai lebih efektif. ”Penarikan salar nontunai ini lebih efektif. Kadang kalau masih tunai, khawatir ada yang nggak rill,” kata Herawati, Kamis (1/8).

Selain efektif, penarikan retribusi nontunai tidak akan menimbulkan kecurigaan para pedagang terhadap petugas yang menarik. ”Yang pasti kita puas. Tidak khawatir, setorannya nyangkut atau tidak,” sebut dia.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pesawaran Sam Herman mengatakan, nantinya e-retribusi juga akan diterapkan pada tiga pasar lainnya. Yakni Pasar Tegineneng, Margapunduh dan Padangcermin.

“Ke depan, semua pasar pemda sudah menerapkan penarikan retribusi nontunai. Ini akan menambah semangat dan keyakinan para pedagang bahwa retribusi tersebut memang masuk ke kas daerah dan tidak ada kecurigaan akan mengendap di petugas,” jelasnya.

Tidak hanya penerapan e-retribusi. Pedagang juga bisa mendapat bantuan modal dengan syarat yang mudah. ”Kami berharap seluruh pedagang mendapat bantuan pinjaman lunak dari pihak BRI,” imbuhnya.

Sam Herman melanjutkan, target PAD pada 2019 melalui retribusi pelayanan pasar dipatok sebesar Rp1,8 miliar. Dengan penarikan nontunai kepada sekitar 3.000 pedagang, target tersebut diharapkan tecapai. (ozi/ais)




  • Bagikan