Terapkan Satu Rumah Satu Jumantik 

  • Bagikan
ILUSTRASI/FOTO NET

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Mesuji terus menggiatkan sosialisasi pencanangan satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik) nyamuk di masyarakat. Hal itu diterapkan melalui gerakan 3M plus dan membuat perangkap larva nyamuk (lavitrap) buatan. Dengan harapan  bisa menekan angka kasus demam berdarah dengue (DBD).

“DBD merupakan masalah kesehatan utama kita, apalagi saat ini curah hujan cukup tinggi,” kata Plt. Kepala Diskes Mesuji Ardi Umum pada Radarlampung.co.id, Kamis (21/2).

Menurut dia, penderita DBD di Mesuji dari awal Januari sampai akhir Februari mencapai 31 orang. Oleh karena itu, dia memandang perlu pengaktifan jumantik. Pasalnya, Mesuji yang dilanda curah hujan tinggi dikhawatirkan terjangkit beberapa penyakit. “Seperti berkembangnya larva nyamuk aedes aegypti menyebabkan DBD,” katanya.

Untuk mencegah kasus DBD, Dinkes Mesuji bekerja sama dengan beberapa pemangku kepentingan, mengimbau seluruh masyarakat tetap waspada akan berkembangnya jentik nyamuk.

“Mereka memiliki tanggung jawab untuk mendorong masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin,” katanya.

Pemasangan lavitrap ini, menurut dia, penting karena merupakan salah satu cara memutus mata rantai kehidupan nyamuk. Dengan pemasangan tiga lavitrap atau lebih di setiap rumah, ia berharap ke depannya indikasi DBD di suatu daerah menurun untuk memberantas penyakit DBD, chikungunya,” jelasnya. (muk/sur)




  • Bagikan