Terdakwa Michael Akui Atas Kepemilikan Narkoba

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Terdakwa Michael Mulyadi (33) perkara kasus narkoba sabu dan pil ekstasi kembali menjalankan sidang di Pengadialan Negeri (PN) Tanjungkarang, Bandarlampung, Kamis, (7/6).

Kali ini sidang digelar untuk mendengarkan keterangan saksi ahli psikologis Drs. Rolly S, yang menangani psikolog terdakwa Michael. Namun, dalam persidangan di Ketua Majelis Hakim Salman Alfarizy, terdakwa terlebih dahulu dimintai keterangannya.

Dihadapan Ketua Majelis Hakim, terdakwa mengakui semua perbuatannya atas kepemilikan narkoba jenis sabu, pil ekstasi dan ganja serta dua jenis obat tanpa resep dari dokter. Dia pun mengaku, bahwa dirinya telah ditangkap anggota Ditresnarkoba Polda Lampung disebuah hotel di Bandarlampung.

“Saya menginap di hotel karena ada janji sama orang, tapi yang datang polisi, waktu saya ditangkap ada narkobannya sabu, satu butir pil ekstasi tapi sudah hancur dan ganja serta obat aprozolan dan domolit untuk obat tidur,” ujarnya di persidangan di PN Tanjungkarang.

Baca Juga:   Sempat Terseret, Dua Bocah Tewas Dalam Kecelakaan

Barang haram tersebut didapatnya dari orang dan tempat yang berbeda,” Kalau sabu saya beli dari Dede (DPO) seharga Rp. 4,5 juta, ketemuannya itu di Jalan Pangeran Antasari, sedangkan ganja, pil ekstasi orang yang beda juga. Obat afrazolam dan domolit untuk saya tidur, saya nggak tahu kalau harus pakai izin dokter,” kata dia.

Dia mengatakan, barang-barang memabukan tersebut tidak dijual, di mengaku beberapa narkoba itu gunakan sendiri untuk menghilangkan depresi.

“Saya pakai sendiri sarena saya depresi, saya tidak pernah menjual, saya mengaku salah, saya itu stres. Saya perlu direhab, tapi proses asesmen masih berjalan di Polda, pihak keluarga yang telah mengajukannya,” paparnya. (ndi/ang)




  • Bagikan