Terdakwa Pungli Sertifikat Prona Waykanan Terancam 4 Tahun Penjara

Radarlampung.co.id – Tiga terdakwa pungutan liar (pungli) sertifikat Prona di Kabupaten Waykanan terancam hukuman empat tahun penjara. Ketiganya didakwa dengan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 46 Tahun 2009 tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 3 angka 5.

“Ketiga terdakwa terbukti pungli pembuatan sertifikat prona di Waykanan,” kata JPU Achmad Rendra Pratama saat membacakan dakwaan ketiga terdakwa di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Novian Saputra, Kamis (1/11).



Dalam sidang dakwaan itu JPU menuntut ketiga terdakwa dengan hukuman penjara selama empat tahun. “Karena para terdakwa telah terbukti merugikan negara,” ungkapnya.

Untuk diketahui, tiga terdakwa operasi tangkap tangan (OTT) sertifikat prona Kabupaten Waykanan, Damiri (47), Asmanudin (27), dan Solehono (48) warga Tanjungkurung Lama, Kasui, Waykanan, diringkus Tim Saber Pungli Polres Waykanan, pada Sabtu (19/5) bulan lalu.

Dalam pembuatan sertifikat tersebut masyarakat dikenakan tarif senilai Rp 700.000 per sertifikat.  Rincian biaya Rp 400 ribu  untuk biaya pengukuran, dan Rp 300 ribu pada saat pengambilan sertfikat yang sudah jadi. (ang/kyd)