Terdesak Kebutuhan Darah, Kabid Humas Polda Lampung Rutin Sumbangkan Darah

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Masa pandemi covid-19 yang melanda Indonesia, khususnya provinsi Lampung telah memberikan dampak hebat bagi semua sektor. Utamanya bidang kesehatan.

Dalam hal ini, Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Lampung yang selama ini bertugas menyediakan dan memenuhi kebutuhan darah masyarakat Lampung, juga merasakan imbas negatif.


Ini lantaran berkurangnya aktifitas di masyarakat, serta berkurangnya minat masyarakat untuk berdonor darah. Akibatnya, stok darah di UTD PMI Lampung pun menipis dan tidak jarang, kesulitan untuk memenuhi kebutuhan darah masyarakat.

Beruntung, Aparat penegak hukum tidak tinggal diam. Tidak hanya punya kewajiban untuk menjaga kenyamanan dan keamanan masyarakat, petugas kepolisian juga mengambil peran untuk menjadi contoh baik di masyarakat.

Salah satunya, seperti yang dilakukan Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad. Dirinya mengaku selama ini telah rutin menjadi pendonor darah setia bagi masyarakat yang membutuhkan kantong darah.

Pandraㅡ sapaan akrabnya, mengaku telah mendonorkan darah secara rutin sejak tahun 1992 silam. Jika dihitung, dirinya telah sebanyak 116 kali mendonorkan darahnya.

“Saat pandemi, kebutuhan donor darah di PMI itu sangat minim. Karena orang pada takut mau donor darah. Kalau saya pribadi, saya memang rutin. setiap kali diambil (donor, red) itu 450 cc atau satu kantong darah,” katanya.

Dalam satu tahun, Pandra minimal mendonorkan darahnya sebanyak empat kali. “Sampai bulan lalu saya mendonorkan darah, (pendonor, red) memang masih sepi. Sedangkan permintaan darah rumah sakit itu banyak,” tambahnya.

Bahkan, saat bulan lalu dirinya sempat mendonorkan darah pada salah satu anggota Kodim 0411 Lampung Tengah yang sedang kesulitan mencari donor darah untuk sang istri. Pandra yang memang berniat untuk mendonorkan darah, langsung setuju tanpa pikir panjang.

Baca Juga:   23.027 Siswa SMA/SMK/SLB di Lampung Sudah Terima Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

“Saya langsung memberikan donor karena memang tujuan saya ingin mendonorkan darah dan saya bisa langsung tau kemana darah saya disumbangkan. Saat itu saya menjadi pendonor kantong ketiga,” tambahnya.

Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat supaya tidak takut untuk mendonorkan darahnya. “Mendonorkan darah itu menyehatkan badan. Saya sebagai contohnya, usia saya sudah hampir 51 tahun tapi alhamdulillah masih sehat sampai sekarang,” tandasnya.

Sementara itu, Peltu Suprayogi, anggota Kodim 0411 Lampung Tengah yang saat itu menerima donor darah dari Pandra juga turut mengucapkan rasa terima kasih. Melalui video singkat, dirinya bersama anggota keluarga berterima kasih pada Pandra.

“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih. Semoga ini menjadi ladang amal. Semoga selalu diberikan kesehatan, keselamatan dan kelancaran karir,” singkatnya.

Terpisah, Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Lampung, Dr. Aditya, M.Biomed menjelaskan kesulitan yang dihadapi PMI Provinsi Lampung dalam mengumpulkan kantong darah selama masa pandemi covid-19.

Dia mengatakan, sebelum pandemi, PMI Lampung dapat mencukupi permintaan kantong darah dari seluruh Lampung. Namun, semenjak adanya pandemi, stok darah di PMI provinsi Lampung terus menipis.

“Kebetulan saya sangat dibantu beliau (Pandra, red), karena beliau salah satu yang proaktif untuk mendonorkan darahnya. Beliau juga membantu menggerakkan anggota Polda Lampung untuk mendonorkan darah,” katanya.

Kesulitan PMI dalam menyimpulkan darah tersebut, lantaran selama pandemi, masyarakat banyak membatasi kegiatan di luar rumah. Tempat-tempat yang biasanya digunakan sebagai kegiatan donor darah seperti sekolah, kampus dan perusahaan juga diliburkan selama pandemi.

Baca Juga:   Lampung Juara Umum Teknologi Tepat Guna Nasional, Mendes PDT Serahkan Penghargaan kepada Gubernur

“Sementara donor darah biasanya dilakukan secara berkelompok di tempat-tempat itu. Jadi benar-benar mengalami kesulitan,” tambahnya.

Sementara kebutuhan darah tetap ada untuk anak-anak talasemia, orang-orang yang harus operasi, pasien cuci darah dan lain-lain. “Jadi pasien itu benar-benar pontang-panting. Apalagi mereka yang harus dirujuk ke Bandarlampung dan tidak punya kenalan disini,” sambung dia.

Dirinya juga bersyukur, lantaran Polda Lampung dalam hal ini turut membantu untuk mengerahkan anggotanya agar mau mendonorkan darah mereka.
“Kemudian dilanjutkan oleh personel dari TNI di Korem dan Kodim. Itu lah yang membantu kita selama masa sulit memenuhi kebutuhan darah,” katanya.

Beruntung, di Januari hingga Februari 2021, keadaan ini sudah mulai membaik. Karena sudah ada sosialisasi tentang donor darah. Di samping itu, PMI Lampung juga telah membuat SOP protokol donor darah selama pandemi covid-19.

Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat merasa aman dan nyaman saat mendonorkan darah mereka. Pihaknya juga mulai menghubungi kelompok-kelompok pendonor yang dulu biasanya rutin menyumbangkan darahnya.

“Kegiatan donor darah saat ini juga kita lakukan lebih ketat. Jadi kita harus survei tempat pelaksanaannya juga, harus bisa melakukan jaga jarak, cuci tangan dan lain-lain. Jadi dua atau tiga hari sebelum melakukan kegiatan donor darah, ada petugas kita yang melakukan pengecekan atau survei lapangan,” pungkasnya. (Ega/yud)




  • Bagikan