Terduga Teroris di Pringsewu Baru Urus Adminduk

  • Bagikan
ILUSTRASI/FOTO NET

radarlampung.co.id – SS alias Ri (44), terduga teroris yang diamankan Densus 88 Antiteror Mabes Polri diketahui hendak mengurus administrasi kependudukan (adminduk). Warga RT.13/RW.06, Pekon Waringinsari Barat, Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu itu diduga hendak kembali ke masyarakat.

Kepala Pekon Waringinsari Barat Woto Siswoyo mengatakan, sekitar setengah bulan lalu, SS membenahi administrasi kependudukan. ”Setengah bulan yang lalu, (SS)  sudah ingin kembali ke NKRI.  Dia sudah tidak mau ke dunia mereka lagi. Dia ingin kembali kemasyarakatan dan membenahi administrasi surat menyurat,” kata Woto.

Woto menuturkan, administrasi kependudukan SS masih dalam proses. Namun lelaki yang sehari-hari menjadi sales obat-obatan di apotik ini keburu ditangkap Densus 88.

Baca Juga:   Pasar Bakauheni Terbakar, Ratusan Kios Hangus

Menurut Woto, SS memiliki dua istri yang tinggal satu komplek, berdekatan dengan Balai Pekon Waringinsari Barat. ”Istri pertama sudah cerai dan memiliki dua anak. Kemudian dia (SS, Red) menikah lagi dengan warga Karanganyar dan punya satu anak. Sedang istri ketiganya dari Banyuwangi. Namun belum punya anak,” urainya.

Diketahui, SS diamankan di jalan komplek Pasar Bandung Baru, Kecamatan Adiluwih, Pringsewu, usai salat Jumat. Ada sekitar 20 personel gabungan tim Densus 88 Antiteror bersama Polda Lampung, Polres Tanggamus dan Polsek Sukoharjo.

”Polisi juga menggeledah rumah SS. Jam 114.0 WIB, saya ditelepon untuk menyaksikan penggeledahan di rumah itu. penggeledahan berlangsung sekitar setengah jam,” sebut dia.

Baca Juga:   Terbukti Langgar Prokes, Wabup Lamteng Dihukum Bersihkan Fasum

Sebelumnya, Kabidhumas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengungkapkan, SS masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang terlibat dalam berbagai kegiatan.

Seperti Jamaah Ansharut Daulah (JAD) pimpinan Ujang Saifurochman yang sudah ditangkap dan berbaiat kepada pimpinan ISIS.

”Terduga juga pernah ikut sebagai peserta IDAD di pengunungan Tanggamus. Kemudian ikut dalam rencana Amaliyah penyerangan instalasi objek vital dan fasilitas umum di Lampung,” kata Zahwani Pandra Arsyad. (mul/sag/ais)




  • Bagikan