Terganggu Debu Pabrik, Warga Ngadu ke PWI Lamteng

  • Bagikan
Warga saat mengadukan dugaan pencemaran lingkungan ke PWI Lamteng, Rabu (23/10). Foto ist

radarlampung.co.id. – Sejumlah perwakilan warga Kampung Segalamider, Kecamatan Pubian, menyambangi kantor Sekretariat PWI Lampung Tengah di Kelurahan Seputihjaya, Kecamatan Gunungsugih, Rabu (23/10). Kedatangan warga untuk mengadukan dugaan pencemaran lingkungan diwilayah mereka.

Hendra (36), warga Kampung Segalamider, menyatakan warga merasa terganggu dengan debu yang diduga berasal dari cerobong asap sebuah pabrik pengolahan crude palm oil (CPO). “Debu yang diduga berasal dari cerobong pabrik pengolahan CPO mencemari lingkungan. Menyebar ke rumah-rumah warga. Karena itu, kami datang ke sini untuk berkonsultasi langkah apa yang tepat dilakukan,” katanya yang tinggal sekitarg 300 meter dari pabrik.

Debu-debu ini, kata Hendra, mengganggu kesehatan warga. “Ganggu kesehatan. Sudah ada warga yang mengeluh sesak nafas. Udara jadi tidak sehat. Rumah warga juga jadi kotor karena debu,” ujarnya.

Slamet, warga lainnya, menambahkan bahwa sejak beroperasi mulai 2007 baru sejak April 2019 ini pabrik mengeluarkan limbah abu yang menyebar sampai ke pemukiman warga. “Baru ini sih kalau pabrik mengeluarkan debu sejak beroperasi 2007. Rumah warga sekitar pabrik juga kotor,” ungkapnya.

Lantas, apakah warga sudah menyampaikan masalah ini ke pihak perusahaan ? Slamet menyatakan sudah. “Kami sudah pernah melakukan pertemuan dengan pihak perusahaan. Tapi, sepertinya tidak ada tindak lanjut. Kami datangi kepala kampung, namun hasilnya juga nihil. Kami datang ke sini berharap ada solusi yang tepat. Kami masyarakat awam, tak paham cari solusi ke mana.Kami bukan mau perusahaan itu ditutup. Kami hanya ingin limbah debu itu ada solusinya. Kalau memang ada alat di pabrik itu mengalami kerusakan, tolong segera diperbaiki dong supaya warga yang tinggal di sekitar pabrik tidak terganggu dengan limbah abu itu,” ungkapnya.

Menyikapi hal ini, Ketua PWI Lamteng Ganda Hariyadi mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak terkait. “Kita akan coba komunikasi dengan pihak terkait atas keluhan warga ini. Kalau terkesan ada pembiaran atas sebaran limbah abu itu, kita akan selesaikan persoalan ini sampai tuntas,” tegasnya. (sya/wdi)




  • Bagikan