Terjun Payung Mulai Latihan di Waykanan

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Tim Terjun Payung Lampung melakukan persiapan terakhir dan berlatih di Lanud Gatot Subroto Waykanan bersama-sama dengan program Denjaka Angkatan Laut.

Manajer Terjun Payung Lampung Hasani mengatakan kepada media ini, Jumat (27/8) melalui selulernya, sejak Kamis lalu tim terjun payung sudah memulai penerjunan dengan istilah refreshing, yang dalam dunia terjun payung dimaksudkan mengingat kembali pola dan program latihan dengan penerapannya di udara.


“Ya, kita sudah mulai latihan di Lampung, di Waykanan sejak Kamis lalu, dan mulai Senin (30/8) kita sudah mulai program latihannya. Sebelum ini kami memang cukup lama tidak berlatih karena efek PPKM di seluruh Indonesia,” kata Dwi.

Namun, tambah Hasani, kini ketiga peterjun Lampung: Purwanto, Eko Agus Sulistyo, dan Erlando Brojo Sentiko sudah memulai kembali program latihannya di Lanud Gatot Subroto Waykanan, Lampung.

Baca Juga:   Penerbit Erlangga Jadi Sponsor Pendukung Resmi PON Papua

Sebelumnya, mereka rutinitasnya berlatih di Lanud Soleman, Margahayu Bandung Jawa Barat. “Kami sempat berlatih di Surabaya beberapa waktu lalu. Namun terkendala keputusan PPKM,” ungkap Hasani.

Latihan kali ini adalah latihan terakhir sebelum menuju ke Papua Oktober nanti. Menurut Hasani ini dilakukan agar bisa menjaga kondisi atlet agar tidak mengalami cedera sebelum bertanding di Papua nanti.

“Sebenarnya kami sudah merencanakan akhir latihan, tetapi memang masih dipandang perlu untuk menyelaraskan tim sebelum istirahat menjelang ke Papua. Saya minta kawan-kawan agar bermain safe, yaitu agar segera lepas formasi di ketinggian tertentu untuk menghindari segala kemungkinan, dan landing sesuai dengan yang direncanakan,” ujarnya.

Semenara itu, menurut pelatih Terjun Payung Lampung Dwi Hari Setiawan, terjun payung akan dipertandingkan di Kabupaten Timika, tepatnya di lapangan Kantor Bupati Timika mulai 3-14 Oktober 2021 atau selama 12 hari, sementara Lampung akan turun dalam nomor Beregu Open (kerjasama antar parasut 7.000 feet AGL 8 ronde terbuka).

Baca Juga:   Personil Polda Lampung Sumbang Satu Mendali Emas di PON XX Papua

Dwi menegaskan, dalam pertandingan kelak akan melakoni delapan kali penerjunan dalam nomor itu sesuai dengan regulasi yang ada. Namun memang masih melihat situasi alam di Timika saat pertandingan dilakukan.

“Terjun payung kan memang tergantung juga dengan cuaca. Jika cuacanya bagus dan sangat mendukung penerjunan, semua akan berkompetisi dengan baik dan aman dalam pelaksanaannya. Namun jika cuacanya tidak mendukung dan membahayakan penerjun, bisa saja tidak sampai delapan kali penerjunan. Kita berdoa saja semua berjalan baik dan lancar,” tambah pelatih asal Kota Metro itu. (rls/nca/sur)




  • Bagikan