Terkait Kriminalitas di Taman Gajah, Polisi Akan Tindak Tegas

  • Bagikan

radarlampung.co.id- Penikmat olaraga di Taman Gajah, Enggal, Bandarlampung mulai terusik. Pasalnya, telah terjadi beberapa kali aksi kriminalitas yang kerap dilakukan beberapa orang yang diduga oknum preman.

Febri Irawan (22) salah satu korban kriminalitas di Taman Gajah mengatakan, dengan adanya aksi pramanisme di Taman Gajah, Enggal, membuat ia bersama rekan-rekannya merasa terganggu.

“Namanya kan itu taman tempat umum lagi pula disitu tempat olaraga jadi kami sebagai penikmat olaraga merasa terganggu juga sih, kami ingin tempat itu selayak-layaknya dengan nyaman tanpa ada orang yang mabuk reseh serta sebagainya,” ujarnya, Senin, (7/5).

Menurutnya, ada beberapa orang yang sering habis minum disitu membuat resah para pengunjung. “Sudah berapa kali, pernah waktu itu ada kejadian sama orang sedang nongkrong di Taman Gajah ribut sama mereka kayanya preman disitu, saat sedang ribut dekat dengan kami, ujunngnya kami yang ditegur sama petugas Pol PP, padahal kami gak kenal sama mereka,” paparnya.

Baca Juga:   Pemkot Bandarlampung Nantikan Penyaluran DBH Triwulan Dua 2021

Aksi kriminalitas di Taman Gajah, Enggal, mendapat tanggapan dari Kapolresta Bandarlampung Kombes Murbani Budi Pitono yang mengakibatkan, bahwa pihaknya akan menindaklanjuti terkait aksi kriminalitas di taman tersebut.

“Nanti akan kami telusuri, kalau itu benar maka akan kami tangkap dan dilakukan tindak tegas,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Febri Irawan (22) warga Kampung Teluk Harapan, Panjang, Bandarlampung mengalami empat jahitan dikepala akibat dipukul menggunakan papan skateboard oleh dua orang yang hendak mengambil tas miliknya.

Febri, korban menceritakan, peristiwa tersebut terjadi saat dirinya bersama rekan-rekan komunitas Lampung Skateboard Division (LSD) sedang berlatih di Taman Gajah, Enggal, Bandarlampung, pada Sabtu malam, (5/5) sekitar pukul 22.00 WIB.

Baca Juga:   Ditinggal Keluar Kota, Motor Digondol Pencuri

“Saya lagi main skateboard tiba-tiba saya lihat ada orang membawa tas milik saya, terus satu orang lagi mengambil papan skateboard punya kawan saya,” ujarnya kepada radarlampung.co.id, Minggu, (6/5). (ndi/ang)




  • Bagikan