Terkait Pemukulan Terhadap Siswa, Ini Klarifikasi Sat Pol PP

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Terkait peristiwa pemukulan terhadap seorang Siswa SMK yang berinisial AP (16) warga Darusallam, Kelurahan Langkapura, Kecamatan Kemiling Bandarlampung, pihak dari Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) melakukan klarifikasi dihadapan para awak media, Jumat (4/5) di ruang Kabag Humas Provinsi Lampung.

Muhammad Zulkarnain Kabid Penertipan Umum (Tibum) Sat Pol PP Provinsi Lampung mengatakan, bahwa pihaknya membantah atas pemukulan terhadap AP. “Kejadian itu (pemukulan) tidak benar adanya. Apa yang telah dikatakan oleh dia (AP) itu tidak benar,” ujarnya.

Ia pun menceritakan kronologis awal kejadiannya bahwa, pada saat peristiwa itu pada Rabu (2/5) malam sekitar pukul 23.00 WIB di depan Rumah Dinas Gubernur Lampung (Mahan Agung). “Bahwa pada saat itu anggota kami ada 10 orang yang melakukan pengamanan di rumah dinas tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga:   Ribuan Ekor Burung Tanpa Dokumen Diamankan, Pelaku Sempat Menolak Mobil Diperiksa

Memasuki pukul 22.00 WIB kondisi di depan Mahan Agung pun masih aman dan memasuki pukul 23.00 WIB, dia mendapatkan laporan bahwa terjadi keributan. “Dan saya perintahkan untuk mengamankan sesuai dengan prosedurnya. Saat itu ada dua klub motor matik dan motor bebek yang sedang nongkrong di depan Mahan Agung yang tawuran terhadap kelompok para siswa,” jelasnya.

Tawuran itu membuat gaduh bahkan para segerombolan siswa yang menjadi provokator itu adalah AP tersebut melakukan pelemparan batu ke arah pintu Mahan Agung dan menyebabkan para anggota Sat Pol PP juga terkena timpukan batu tersebut. “Akhirnya, dua kelompok klub motor ini pun terpancing dan melakukan pengeroyokan terhadap para siswa terutama AP,” terangnya.

Baca Juga:   Tipu Korban Modus Iming-Iming Naik Pangkat, Dituntut 3 Tahun Penjara

Melihat pengeroyokan itu, para anggota Sat Pol PP pun langsung melerainya dan membawa AP ke dalam Mahan Agung. “Setelah dibawa ke Mahan Agung, kami pun coba untuk menelpon keluarganya. Dan tidak lama kemudian ada salah satu pria yang mengaku pamannya lalu membawanya pulang,” kata dia.

Lalu, terkait pelaporan pihaknya ke Polresta Bandarlampung Zulkarnain sapaan-akrabnya, mempersilahkan pihak keluarga AP untuk melapor. Dan pihaknya siap untuk menghadapinya dengan bukti-bukti yang ada. “Silahkan, kan kami pada saat itu sudah sepakat untuk berdamai atas peristiwa tersebut. Malah saya bersama anggota lain sudah datang kerumah orang tuanya dan meminta maaf menjelaskan kronologisnya lalu siap membantu biaya pengobatan. Namun, kedua orang tuanya pun mengerti dan memaafkan,” pungkasnya. (rlo/ang)




  • Bagikan