Terkait Penganiayaan Siswi SMP di Kalbar, Ridho Kumpulkan MKKS

  • Bagikan
Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo (kiri) saat memaparkan terkait dialog menanggapi fenomenal penganiayaan terhadap anak di bawah umur diruang Rapat utama, Pemprov Lampung, Kamis (11/4). dialog dihadiri oleh ketua MKKS SMP/SMA SE provinsi Lampung. Foto M. Tegar Mujahid/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id-Kasus bullying dan penganiayaan 12 orang terhadap A, siswi SMP di Kalimantan Barat memantik respon Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo.

Ridho langsung mengumpulkan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dari seluruh Kabupaten/kota di Provinsi Lampung guna berdiskusi mencari pencegahan agar kasus serupa tidak terjadi di Lampung.

“Saya tidak ingin hal ini terjadi di Lampung. Tidak boleh terjadi di bawah kendali kita, ” kata dia saat pengarahan di ruang rapat utama Gubernur, Kamis (11/4).

Ridho melanjutkan, jika menginginkan hal ini terjadi sudah tentu yang timbul adalah bagaimana cara untuk mengantisipasi hal tersebut. “Rapat tidak berhenti sampai di sini. Setelah ini harus ada rapat teknis (ratek) dengan berbagai pihak guna melakukan tindaklanjut pencegahan,” kata dia.

Baca Juga:   SLB PKK Kini Menjadi SLB Negeri Provinsi Lampung

Menurut Ridho, memang dunia pendidikan ada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Namun mengenai urusan pendidikan dasar menjadi kewenangan pemda baik Provinsi maupun kabupaten/kota.

“Jadi mau tidak mau harus bersikap. Saya sangat prihatin dengan ini. Jadi langkah ini menjadi pergerakan kita bersama sebagai upaya pembersihan jajaran Disdik dan di level sekolah, ” ujarnya.

Dia juga menegaskan harus ada perbaikan implementasi sistem. “Percepat mekanisme pengaduan dan tindaklanjut. Bila perlu ada ketegasan. Saya contohkan Malaysia dengan aturan Narkoba. Jika diketahui sekian gram maka hukuman mati. Tapi kan tidak setiap hari ada hukuman mati. Malah orang takut untuk menyalahgunakan narkoba. Saya mau di Lampung juga ada ketegasan seperti itu. Jadi orang juga takut dengan tindakan bullying, pengeroyokan dan sebagainya itu, ” tegasnya. (abd/wdi)



  • Bagikan