Terkendala Armada, Distribusi BB-PPKM Molor

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Penyaluran program Bantuan Beras Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (BB-PPKM) 2021 di Kabupaten Lampung Utara (Lampura), terkendala dengan armada distribusi.

Pasalnya, tenggat waktu diberikan seharusnya jatuh pada, Sabtu (31/7), molor sampai dengan Selasa (3/8) mendatang. Sementara untuk non PKH (Prosam) ditargetkan selesai pada Kamis (5/8).


Kepala Bulog Kotabumi, Cabang Lampura, Arief  Kharisvan mengaku, kendala dialami karena medan dan jarak yang harus dilalui oleh PT. Pos Indonesia sebagai rekanan distribusi kepada penerima manfaat.

Sehingga mengalami keterlambatan, namun diklaimnya sampai dengan saat ini telah terealisasi mendekati  90 persen.

“Untuk mendistribusikan bantuan, kita mengandeng PT. Pos Indonesia. Seperti didaerah Hulu Sungkai misalnya, itu selain jauh wilayahnya medannya pun berat karena jalan dilalui karena armada sering mengalami pecah ban, hingga menghambat perjalanan, “kata dia, ditemui di ruangannya.

Menurutnya, dalam pelaksanaan penyaluran bantuan beras bagi penerima manfaat Bst dan PKH itu, selain menggandengan PT. Pos Indonesia dengan dengan koordinator daerah (korda). Seperti Sekda, Asisten I, Kadis Sosial, dan tak ketinggalan korda masing-masing program dimasa pemerintahan Presiden-RI Joko Widodo.

Baca Juga:   Ini Kata Penasehat PWI Lampung, Terkait Dugaan Pemukulan Wartawan di Lampura

“Koordinasinya, selain dengan tim dari pemerintah daerah juga korda PKH, dan untuk non-PKH atau BNPT juga dikenal sebagai program sembako (prosam), itu dengan koordinator daerah (korda). Sebagai langkah percepatan penyaluran seperti ditargetkan pusat, jadi ini dilaksanakan secara pararel sebagi langkah percepatan, “terangnya.

Arif menjelaskan, bahwasanya dalam penyaluran itu terdapat 4 kabupaten yang menjadi lingkupnya, seperti di Way Kanan terdapat 42.000 kpm (420 ton), 26.000 Lambar (260 ton), 17.000 Pesbar (170 ton) dan 57.000 Lampura (570 ton).

“Dengan masing-masing penerima, sebesar 10 kg/kpm. Jadi penyaluran tidak hanya dilakukan di satu tempat, misalnya Kantor pos tapi juga sampai di Kecamatan serta desa/kelurahan sasaran, “imbuhnya.

Menyoal pelaksanaan penyaluran di lapangan, pihaknya juga melakukan monitoring dan evaluasi (monev) sampai kepada penerima. Guna memastikan semua berjalan tepat sasaran dan waktu, meski seharusnya wewenangnya hanya sebatas pagar gedung Bulog.

Baca Juga:   Pemkab Lampura Dorong Sektor Perikanan jadi Destinasi Wisata

Terpisah, Kadis Sosial Kabupaten Lampura, Eka Dharma Thohir mengamini hal itu. Menurutnya, keterlambatan itu terjadi akibat masalah armada digunakan oleh penyalur bansos yang digandeng oleh Bulog.

Pihaknya sebelumnya telah melakukan langkah persiapan, sebelum lounching program di masa PPKM itu.

“Ya kalau itu kendalanya ada pada armada digunakan oleh penyalur (PT Pos), selain banyak sasaran wilayahnya pun jauh-jauh. Sebelumnya kita sudah melakukan langkah persiapan, seperti ketersediaan beras yang akan disalurkan, kualitas dan lainnya. Hingga tak menemukan celah kendala dalam penyalurannya kedepan pekan lalu, “tambahnya.

Ia mengaku, masih memantau pihak-pihak tertentu. Sebab, dirinya baru menjabat sebagai Kadis Sosial terbilang masih seumur  jagung.

“Saya belum lama di sini(kadis sosial). Semua, masih kebijakan pejabat yang lama. Kendati demikian, kita memantau dan mengamati pihak-pihak tertentu jalannya program kemasyarakatan ini. Kita lihat saja, jika tidak baik jalannya, ya tahun depan kita evaluasi,” tegasnya. (ozy/yud)




  • Bagikan