Terkuak, Manusia Silver di Bandarlampung Terorganisir!

  • Bagikan
manusia silver
Lalu lalang di sekitar traffic light Jalan Sultan Agung, Wayhalim, Bandarlampung, manusia silver mendekati kendaraan yang terhenti. Berharap ada yang memberi. Sejumlah pemuda yang membaluri tubuhnya dengan cat atau serbuk warna silver ini terlihat sejak beberapa bulan terakhir. FOTO ALAM ISLAM/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Akhir-akhir ini menjamur manusia silver berkeliaran di traffic light. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Bandarlampung pun melakukan penjaringan terhadap manusia silver itu.

Setidaknya, dalam kurun waktu tiga minggu terakhir, Satpol-PP mengamankan 17 manusia silver yang mangkal di sekitar lampu merah pertigaan Urip Sumoharjo-Arif Rahman Hakim; Urip Sumoharjo-Soekarno-Hatta; juga Sultan Agung-Kimaja, dan tempat lainnya. 11 di antaranya adalah anak di bawah umur.


Kepala Satpol-PP Bandarlampung Suhardi Syamsi mengatakan, penertiban tersebut berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) nomor 03 tahun 2000, tentang pembinaan anak jalanan, gelandangan, dan pengemis. Manusia Silver, menurutnya tidak berbeda dengan pengemis. Hanya saja menggunakan teknik mencolok untuk mencuri perhatian.

Awalnya, kata Suhardi pihaknya mengira aktivitas manusia silver ini dilakukan oleh individu atau kelompok kecil. Namun, setelah berjalan penertiban hampir dua minggu, terkuak fakta bahwa ada yang mengorganisir. Terdapat pimpinan umum, koordinator lapang (Korlap), dan anggota yang ada di lapangan.

Baca Juga:   Simak, Ini Penjelasan Rekayasa Lalin Sentral Kuliner Jl. Gatot Subroto

“Kita pun berhasil mengamankan satu orang perempuan sebagai korlap bernama Dila Sulastri Ningsih. Karena mempekerjakan anak di bawah umur, sehingga bertentangan dengan Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, maka kita serahkan ke Polresta Bandarlampung,” tuturnya, Rabu (6/10).

Dari pengakuan yang didapat, untuk melakukan aksinya, manusia silver ini memerlukan modal untuk mengecat tubuhnya. Sehingga setiap orang membayar Rp25 ribu, yang dibagi Rp15 ribu untuk pimpinan utama dan Rp10 ribu untuk korlap. “Semoga dengan ditangkapnya korlap ini bisa memberikan efek jera,” ucapnya.

Mantan Kabag Humas Setkot Bandarlampung itu menerangkan, untuk mengantisipasi menjamurnya manusia silver di Kota Tapis Berseri, pihaknya menyiagakan personelnya untuk melakukan pemantauan di tempat-tempat yang biasa digunakan manusia silver mangkal.

Baca Juga:   Nelayan Sukaraja Keluhkan Tumpukan Sampah

“Kita tempatkan mulai pukul 10.00 WIB ke atas, karena manusia silver ini keluarnya siang. Teknis penangkapannya, kita lakukan pengintaian. Anggota yang memang kita suruh menggunakan motor dan jaket. Baru setelah dipegang, kendaraan dalmas yang sudah disiapkan di dekat lokasi akan mengangkutnya,” terangnya.

Setelah ditangkap, para manusia silver itu dibawa ke kantor Satpol-PP Bandarlampung. Di sana, pihaknya memberikan pencerahan dan pembinaan untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut, dan beralih profesi. “Kalau anggota cukup di kita, sedangkan korlapnya kita serahkan ke polisi,” terangnya. (pip/sur)




  • Bagikan