Ternyata Butuh Seleksi Ketat, Penerima Bantuan Kewirausahaan Kadin Lampung

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Dana bantuan pengembangan kewirusahaan yang diberikan Kamar Dagang Dan Industri Indonesi (Kadin) Provinsi Lampung diharapkan mampu mengembangkan mahasiswa menjadi wirausaha.

Dalam prosesnya, Kadin Lampung ternyata benar-benar harus melakukan seleksi ketat bagi mahasiswa penerima bantuan tersebut. Bahkan seleksinya sampai dua bulan.

Ketua umum Kadin Lampung Dr. Muhammad Kadafi, SH, MH, mengatakan, mahasiswa jangan hanya cerdas secara visual. Tetapi, harus bergembang dengan menjadi wirausaha dan bisa melihat pontensi kelebihannya.

“Itulah yang kami dorong adik-adik mahasiswa, makanya kami lakukan pelatihan di bidang usaha, nanti ke depannya mereka bisa menjadi wirausaha. Dari situ nanti mereka kita dampingi dalam pengembangan sektor-sektor usaha, harapan nanti mereka bisa menjadi usaha setelah lulus kuliah,” ujarnya saat ditemui usaha acara halal bihalal di Sekretariat Kadin Lampung, Rabu (4/7).

Untuk mencari mahasiswa fokus dibidang usaha, lanjut Kadafi, dibutuhkan proses seleksi cukup ketat selama dua bulan. Namun, saat ini Kadin sedang menggelorakan dunia entrepreneur.

Baca Juga:   Ketua Pokdarkamtibmas Tubaba Usul Tandai Rumah Warga Isoman

“Dan kami pun mendorong agar mahasiswa ini terlatih dalam dunia usaha, tapi hal itu tidak serta-merta bisa dilakukan. Mereka harus punya ide dan berkolaborasi dengan teman-temannya tentang konsep usaha, lalu kami tajamkan. Karena mereka ini baru di sektor usaha, belum lagi marketnya bagaimana, nah ini marketnya laku akan kami cari pasarnya,” paparnya.

Menurut Kadafi, dana yang diberikan bukanlah dana bantuan. Melainkan dana pembinaan dan ini adalah suatu modal. Setelah itu pihaknya yang akan memantapkan sektor-sektornya.

“Ke depan Kadin fokus pada ekonomi kreatif dan fokus sektor pangan gimana nanti dunia pendidikan bisa bekerjasama dunia usaha yang baik,” kata dia.

Ia pun berharap, jangan sampai petani itu punya pola pikir hanya menanam tanpa ada pengembangannya. Harus tahu bagaimana proses penanaman dengan menggunakan teknologi seperti apa? Ini yang akan Kadin dorong.

“Maka dari itu kami ajak mereka untuk kerja di lapangan agar mereka paham. Jadi nanti bisa karena terbiasa,” terangnya.

Baca Juga:   Kapolresta Bandarlampung Diganti

Dia menambahkan, pastinya banyak sekali dana wirausaha dari Kementerian RI. Namun saat ini pihaknya lakukan pendataan dulu dan nanti akan disampaikan jika yang menjadi kendala adalah akses usaha mahasiswa butuh permodalan.

“Karena mahasiswa ini kan belum ada modal usahanya. Maka bagaimana cara peminjaman modal usahanya. Nanti itu koordansi dengan pihak kampus. Sebab, menjadi usaha bisa dimulai dari dunia pendidikan,” tandasnya.

Sebelumnya, Kadin Lampung menggelar halal bihalal 1 Syawal 1439 Hijriah di sekretariat Kadin Lampung di Jalan Wolter Mongonsidi, Pangajaran, Telukbetung Utara, Bandarlampung, Rabu (4/7).

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Kadin Lampung Muhammad Kadafi, Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Lampung, H. Ardiansyah, SH dan seluruh anggota Kadin.

Dan dalam kegiatan itu juga, Kadin Lampung menyerahkan dana bantuan pengembangan kewirusahaan kepada mahasiswa Polinela. (ndi/gus)




  • Bagikan