Ternyata, Khamami Tak Dijemput KPK, Namun dengan Sendirinya Menuju Polres Mesuji

  • Bagikan
Suasana Rumdis Bupati Mesuji Khamami, Kamis (24/1). FOTO ARDIAN/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sebelum terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Bupati Mesuji Khamami sempat mengklarifikasi isu tertangkapnya dia melalui akun media sosial facebook-nya.

“Hoooooooaaaax,” tulis Khamami dalam akun Facebook pribadinya sekira pukul 19.52 WIB, Rabu (23/1).

Ya, isu tertangkapnya Khamami sudah lebih dulu tersebar sejak Rabu (23/1) sore, sekira pukul 18.00 WIB.

Berdasarkan pengakuan orang dekat Khamami yang tak ingin disebut namanya, Khamami sempat menerima tamu dari perwakilan beberapa Desa di Mesuji sekitar pukul 19.30 WIB. Setelah itu, Jumat (24/1) tengah malam sekira pukul 00.10 WIB Khamami mendatangi Mapolres Mesuji di Kecamatan Simpangpematang untuk dilakukan pemeriksaan oleh penyidik KPK.

Baca Juga:   Positif Covid-19 di Tanggamus Tambah 66 Kasus, Empat Meninggal Dunia

Belum diketahui secara pasti kedatangan orang nomor satu di Mesuji itu atas permintaan penyidik KPK atau memang murni keinginan sendiri. Khamami datang ke Mapolres Mesuji menggunakan Strada Hitam bernopol BE 9065 LA bersama sopirnya.

Di Mapolres Mesuji, Khamami diperiksa oleh penyidik KPK sekira tujuh jam penuh. Selain dia, di waktu yang sama penyidik KPK juga melakukan pemeriksaan kepada kepala Dinas PU Mesuji Najmul Fikri.

Pagi hari sekira pukul 07.20 WIB Khamami dibawa penyidik KPK ke bandara Raden Intan II untuk diterbangkan ke Jakarta. Total ada tiga orang yang dibawa bersama Khamami menuju Jakarta, yakni Kepala Dinas PUPR Najmul Fikri, Sekretaris Dinas PUPR Wawan Suhendra, dan staf Dinas PUPR Lutfi. (nal/sur) 




  • Bagikan