Ternyata, Ribuan Pil Ekstasi Dikendalikan dari Dalam Lapas

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Ribuan butir pil ekstasi yang beredar di kabupaten kota ternyata dikendalikan narapidana dari dalam Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Rajabasa, Bandarlampung.

Dirresnarkoba Polda Lampung Kombes Shobarmen menjelaskan, peredaran narkoba ribuan pil ekstasi diatur oleh salah satu napi yang ada didalam Lapas.

“Napi benisial OR yang ada di Lapas Rajabasa ini menjadi opereator atau yang mengaturnya, barang tersebut mau dikirim kemananya,” ujarnya, Kamis, (31/5).

Namun, lanjut Shobarmen, bahwa napi bernisial OR tersebut bukanlah pemilik barang, OR hanya bertugas mengaturnya.”Kalau pil ekstasi yang diamankan itu merupakan milik seorang napi Lapas Cipinang bernisial L yang dipesan dari Aceh, untuk diedarkan di wilayah Lampung,” paparnya.

Baca Juga:   Bandel, Tempat Usaha Ini Disegel 7 Hari

Atas informasi tersebut, kata Shobarmen, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap napi Lapas Rajabasa atas dugaan yang mengatur alur peredaran narkoba.

“Napinya tidak membawa keluar masuk barang narkoba itu, tapi dia hanya memonitor saja dari dalam Lapas,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubdit III Ditresnarkoba AKBP Kunjungan Junjun Junirahmadi mengakui, setelah penangkapan dan pengembangan terhadap tersangka Riki Jamal atas kepemilikan 1500 butir pil ekstasi, barang itu mengarah pada salah satu napi Lapas Rajabasa.

“Inisial napi O, kalau indikasi belum ada tapi kami tinggal pembuktiannya saja, karena saat pembuktiannya tidak ada, barang yang di pesan dari Lapas Cipinang, kemudian napi bernisial O menghubungi tersangka Riki. Kami juga masih mendalami alat komunikasih yang digunakan napi ini,” tandasnya.

Baca Juga:   Polda Lampung-UTI kembali adakan gerai Vaksin Presisi di UTI

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung membongkar jaringan peredaran ribuan pil ekstasi antar Provinsi.

Dirresnarkoba Polda Lampung Kombes Shobarmen mengatakan, dari hasil pembongkaran jaring narkoba tersebut, petugas mengamankan satu orang tersangka pengedar di wilayah Kota Bandarlampung dengan barang bukti 1500 butir pil ekstasi.

“Pembongkaran ini berhasil kami ungkap setelah melakukan penyelidikan selama satu minggu atas adanya informasi peredaran disuatu tempat, dengan total 15 ribu pil ekstasi dan satu kilo sabu,” ujarnya, Kamis, (31/5). (ndi/ang)




  • Bagikan