Terpidana Fee Proyek Lamsel Jalani Eksekusi Hukuman di Rutan Kelas I Bandarlampung

  • Bagikan
Kedua Jaksa Eksekutor KPK ketika hendak melakukan eksekusi terhadap para terpidana suap fee proyek di Dinas PUPR Lamsel. FOTO ANGGRI SASTRIADI/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dua terpidana suap fee proyek pada Dinas PUPR Lampung Selatan (Lamsel), Hermansyah Hamidi dan Syahroni resmi di eksekusi oleh Jaksa Eksekutor dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Bandarlampung.

Jaksa Eksekutor KPK Dormian menjelaskan, bahwa pihaknya baru ini melakukan eksekusi terhadap kedua terpidana. “Ya jadwalnya juga baru hari ini penetapan eksekusinya,” katanya, Kamis (29/7).


Menurutnya, kenapa kedua terpidana ini dilakukan eksekusi di Rutan Kelas I Bandarlampung. Hal ini dikarenakan permintaan penahanan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Bandarlampung tidak bisa dilakukan. Hal ini karena Pemberlakukan Permbatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM).

“Jadi situasi PPKM tidak memungkinkan untuk dilimpahkan. Ini juga mengurangi mobilitas jadi untuk pemindahan kedua terpidana tidak dilakukan, tapi kita serahkan ke Rutan, untuk kebijakan selanjutnya saya serahkan kepada pihak Rutan,” kata dia.

Baca Juga:   Berhembus Kabar Kepala Diskes Bandarlampung Dicopot

Kuasa hukum Syahroni yakni Bambang Hartono menjelaskan, kliennya sudah membayar seluruh penetapan uang pengganti yang ditetapkan. “Jadi sudah dibayar ke rekening KPK. Yakni membayar denda Rp200 juta, uang pengganti Rp35,1 juta dan biaya perkara sebesar Rp10 ribu,” jelasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Hermansyah Hamidi, Ali Sofian mengatakan bahwa saat ini pihaknya belum membayarkan uang denda maupun uang pengganti ke rekening KPK, karena menurutnya yang tersebut tidaklah sedikit.

“Ya karena Hermansyah Hamidi diharusnya membayar uang denda sebesar Rp300 juta, Uang pengganti Rp5,05 miliyar. Dan biaya perkara sebesar Rp10 ribu,” katanya.

“Dan kemarin juga kita sudah menyurati untuk minta kelonggaran dalam membayar uang tersebut karena jumlah segitu tidak sedikit,” tambahnya.

Baca Juga:   Tak Kuat Habis Operasi Caesar, Peserta SKD Ditandu Keluar Ruangan

Terpisah, Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas 1 Bandarlampung Arian Adibowo mengatakan, bahwa kedua terpidana masih tetap berada di Rutan Kelas 1 Bandarlampung sejak menjadi tahanan KPK sehingga tak perlu lagi menjalani masa pengenalan lingkungan. “Kedua terpidana menempati Blok B,” tandasnya. (ang/wdi)




  • Bagikan