Tertidur, Tas Korban Digasak Maling

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Warga Padang Ratu, Lampung Tengah menjadi korban pencurian saat menumpang beristirahat sejenak di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Rajabasa, Bandarlampung, Minggu (9/5) pagi.

Korban atas nama Yusuf Nugroho (43) mengatakan, saat itu dia dan kakak iparnya baru saja tiba di Bandarlampung dari Lampung Tengah, sekitar pukul 3.00 wib.

Yusuf, diketahui berencana untuk menjemput sang anak dan membawanya pulang ke Lampung Tengah. Lantaran masih dini hari, Yusuf dan kakak iparnya kemudian mampir ke SPBU terdekat untuk mengantre bahan bakar, sembari beristirahat.

“Saya rencananya mau jemput anak pulang kampung, tapi karena masih jam tiga pagi jadi kami istirahat dulu,” kata dia, Selasa (11/5).

Baca Juga:   Modus Baru Pengedar Narkoba : Sabu Tidak Lagi Ditunggu, Tapi Dijemput

Tanpa merasakan firasat apapun, Korban kemudian memarkirkan mobil Honda BR-V bernomor polisi BE 2556 GO miliknya di minimarket yang ada di area tersebut.

Sambil menunggu terang, Korban dan kakak iparnya sempat tertidur di dalam mobil. Dia mengatakan, sekitar pukul 5.00 wib, sang kakak ipar sempat terbangun untuk pergi ke toilet.

Setelah kembali ke mobil, keduanya sempat ngobrol sebentar sebelum kemudian tertidur lagi. Baru lah sekitar pukul 5.30 wib, Yosua yang kembali terbangun, menyadari pintu belakang sebelah kiri mobilnya sudah terbuka.

“Saya sempat bangun dan ngobrol sama kakak ipar saya. Sempat buka kaca mobil juga sekitar tiga jari. Tapi setelah itu kami ketiduran lagi,” tambah dia.

Baca Juga:   Mantan Bupati Lamteng Sampaikan Pledoi, Berharap Dapat Keadilan

Yosua juga mengaku, saat terbangun, dirinya sempat melihat seseorang menggunakan celana pendek berlari menjauh dari mobilnya. Menyadari hal tersebut, Ia turun dari mobil dan berniat mengejar seseorang yang diduga pelaku. Namun, Ia tak berhasil menangkapnya.

“Pelaku ini berhasil membawa lari satu buah tas yang tersimpan di kursi bagian belakang. Didalam tas itu, berisi sejumlah surat dokumen penting dan uang tunai,” katanya.

Korban juga segera melaporkan hal tersebut ke Mapolsekta Kedaton. Laporan itu tertuang dalam surat TBL/471/V/2021/LPG/RESTA BALAM/SEKTOR KDT.

Terpisah, Kapolsek Kedaton, Kompol Ery Hafri mengaku akan segera menindaklanjuti laporan dari korban. “Nanti kami cek lagi laporannya,” kata dia.

Dia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat lebih waspada, terutama dalam menjaga barang berharga masing-masing. “Karena tindak kejahatan pasti terjadi karena ada kesempatan. Namun, semua laporan yang masuk tetap akan segera ditindaklanjuti,“ pungkasnya. (Ega/yud)



  • Bagikan