Tetap Waspada dengan Ombak di Pesisir Tanggamus!

  • Bagikan
Nelayan di sekitar Pelabuhan Perikanan Kotaagung terlihat normal. Sebelumnya, gelombang pasang terjadi Minggu malam (6/1). FTO RIO ALDIPO/RADARLAMPUNG.CO.ID
Nelayan di sekitar Pelabuhan Perikanan Kotaagung terlihat normal. Sebelumnya, gelombang pasang terjadi Minggu malam (6/1). FTO RIO ALDIPO/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Meski nelayan mulai melaut, masyarakat di pesisir Tanggamus diminta tetap waspda terhdap kemungkinan ombak besar. Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memasang video tron yang memuat informasi mengenai prakiraan gelombang selama enam hari ke depan.

Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus Adi Nugroho meminta warga yang tinggal di sepanjang pesisir pantai tenang. Namun  tetap harus waspada.

Menurut dia, tinggi gelombang terjadi sejak Minggu sore (6/1) hingga hari ini diperkirakan mencapai 1-1,5 meter. ”Sampai saat ini, kita masih berkoordinasi dengan BMKG Lampung terkait gelombang pasang,” kata Adi Nugroho, Senin (7/1).

Ia juga belum mendapat informasi pasti, apakah ombak pasang yang terjadi Minggu malam merupakan dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) atau sekadar peristiwa alam karena cuaca buruk. ”Saya belum bisa dan tidak berani memastikan. Tunggu informasi resmi dari BMKG langsung,” sebut dia.

Lebih lanjut Adi mengimbau masyarakat di sekitar pesisir pantai untuk tidak panik saat menghadapi kondisi yang terjadi. Terpenting, selalu waspada terhadap segala kemungkinan yang terjadi.

”Ya, aktifitas seperti biasanya saja. Tapi tetap waspada.  Untuk para nelayan, jika memang kondisi cuaca masih buruk seperti ini, berhati-hati saat beraktivitas,” sebut dia.

Sementara berdasar pantauan Radarlampung.co.id, perairan di sekitar Pelabuhan Perikanan Kotaagung terlihat normal. Sebelumnya, gelombang pasang terjadi Minggu malam (6/1). Bahkan air laut sempat menutupi dermaga dan ombak pecah hingga tempat pelelangan ikan (TPI).

Menurut Sumantri (38), salah seorang nelayan, aktivitas kembali dilakukan. ”Kalau kemrin (Minggu, Red), ombak tingginya bisa mencapai 2,5 meter. Kami tidak berani melaut. Sekarang sudah normal, jadi berani melaut lagi,” kata Sumantri. (ral/ehl/ais)

 




  • Bagikan