Tiba di Mapolda, Dirwan Mahmud Jawab Tidak Tahu Alasannya Ditangkap

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan komisi pemberantasan Koprupsi (KPK), Selasa (15/5) di jalan Gerak Alam Bengkulu Selatan. Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud yang diamankan dalam OTT itu membantah terlibat dalam kasus tersebut.

“Tanya saja yang bersangkutan, saya nggak tau siapa-siapa saja yang dibawa,” ujarnya sesaat keluar dari mobil KPK menuju gedung Reskrimsus Mapolda Bengkulu, Selasa malam..

Selanjutnya, Dirwan menyebutkan dirinya tidak tahu soal tersebut, ia mengarahkan untuk menanyakan langsung kepada pihak terkait.

“Saya tidak tahu, tanya langsung saja,” pungkasnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) Dan Anggota Reskrimsus Polda Bengkulu melaksanakan Operasi Tangkap Tangan terhadap Bupati Bengkulu Selatan, Selasa (15/5) di jalan Gerak Alam Kota Manna.

Baca Juga:   RSUD Dadi Tjokrodipo Bakal Jadi RS Khusus Covid-19

Penangkapan bermula Sekitar pukul 17.30 Wib Kontraktor Jukak alias Juhari dan keponakan Bupati Wati datang kekediaman Dirwan Mahmud dengan membawa uang yang terbungkus kantong plastik .

Kemudian uang tersebut di antarkan ke rumah pribadi Bupati di dekat kolam dan diterima langsung Istri bupati Bengkulu Selatan Heni.

Selanjutnya, uang tersebut diserahkan ke istri bupati tiba-tiba datang anggota KPK dan Polda Bengkulu dengan langsung mengamankan terduga pelaku.

Setelah itu, sekira pukul 19.45 WIB tim bersama KPK dan Polda langsung membawa Bupati Bengkulu Selatan beserta tiga orang lainnya menuju Mapolda Bengkulu.

Pantauan Bengkulunews.co.id, sekira pukul 23.45 Wib, KPK bersama keempat terduga tiba di Mapolda Bengkulu dengan menggunakan mobil warna hitam, terlihat Dirwan digelandang dan disusul ketiga tersangka lainnya. (ben/gus)




  • Bagikan