Tidak Ada Titik Temu, Ponpes Ajukan Gugatan Perdata

  • Bagikan
Akses jalan yang tadinya rumah di Perumnas Pesawaran Residence yang dibeli ponpes untuk jalur menuju pondok pesantren. FOTO FAHRURROZI/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemilik Pondok Pesantren Daarul Ulum Hi. Fauzan Hasan menyatakan, dirinya sudah menempuh berbagai pendekatan secara kekeluargaan kepada manajemen Perumnas Pesawaran Residence. Ini melibatkan aparatur desa, Babinsa dan pihak lainnya. Namun hingga saat ini tidak membuahkan hasil.

“Pada 13 Juli lalu, karena merasa ini sudah tidak wajar lagi, saya berinisiatif menggugat perdata pihak perumnas ke Pengadilan Negeri Pesawaran. Karena saya sangat meyakini mereka membuat pagar di atas tanah kami. Kurang lebih sekitar 100 meter tanah saya diambil. Sehingga saya laporkan pihak perumnas ke Polda Lampung,” kata Fauzan Hasan kepada Radarlampung.co.id, Senin (19/7).

Fauzan menceritakan kronologis lahan sekitar satu hektare yang sebelumnya milik Tarmuzi dan telah dibeli melalui PT Agung Jaya Permai. Tanah tersebut sudah menjadi miliknya yang awalnya akan dibangun perumahan subsidi.

Baca Juga:   Ketua Pokdarkamtibmas Tubaba Usul Tandai Rumah Warga Isoman

Pada 2017, ia mulai membuat siteplan perumahan subsidi dan mengurus dokumen perizinan ke dinas terkait. Namun karena lokasi lahan terkurung Perumnas Pesawaran Residence, pihaknya mengirim permohonan akses jalan dengan Nmor 001/Ps/VI/2018.

Kemudian surat dibalas manajemen Perumnas Pesawaran Residence dengan nomor Reg.II/LPG/697//VII/2018. Isinya menolak permohonan tersebut.

“Akhirnya kami hentikan proyek perumahan subsidi. Saya bersama keluarga sepakat untuk dialihkan ke Pondok Pesantren Tahfid Quran Daarul Ulum dengan yayasan bernama Muzhafa Alfi dan berakta notaris pendirian Yayasan Abu Dzar Muzahafa Alfi,” urainya.




  • Bagikan