Tidak Ada Titik Temu, Ponpes Ajukan Gugatan Perdata

  • Bagikan
Akses jalan yang tadinya rumah di Perumnas Pesawaran Residence yang dibeli ponpes untuk jalur menuju pondok pesantren. FOTO FAHRURROZI/RADARLAMPUNG.CO.ID

Perjuangan meminta akses jalan ditembuskan ke Pemkab dan DPRD Pesawaran serta pihak terkait. Pada 31 Januari 2019, terbit surat resmi dari Bupati Pesawaran meminta membuka akses jalan dari pihak perumnas. Namun tidak juga diberikan akses.


“Bahkan saya dipanggil Polres Pesawaran terkait dugaan pemalsuan tanda tangan terkait izin salah satu tetangga yang dipalsukan oleh staf teknis saya. Akhirnya saya ditetapkan tersangka. Saya merasa dikriminalisasi karena tidak pernah memalsukan tanda tangan terkait izin lahan alih fungsi untuk ponpes,” paparnya.

Beberapa waktu lalu sudah digelar sidang lapangan dan menghadirkan hakim untuk melihat secara langsung persoalan tersebut.

“Intinya tidak ada lagi jalan keluar. Karena opsi-opsi yang diberikan pihak perumnas jelas merugikan saya. Saya ingin menggugah masyarakat dan pimpinan pusat karena perumnas ini milik BUMN. Mudah-mudahan ada jalan keluar,” tegasnya.

Baca Juga:   Arinal Dijadwalkan Terima Penghargaan Lampung Juara Umum Nasional dari Kemendes PDTT

Sementara pengacara Fauzan Hasan, Nurul Hidayah menjelaskan ia dan rekannya Antariksa serta Andri Kurniawan siap mengawal kasus tersebut di Pengadilan Negeri Pesawaran

“Untuk sidang perdata di Pengadilan Negeri Gedongtataan dilanjut tanggal 27 Juli mendatang dengan agenda menghadirkan saksi saksi penggugat. Dalam hal ini klien kami pak Fauzan,” singkatnya. (ozi/ais)




  • Bagikan