Tubaba  

Tiga Kecamatan di Tubaba Belum Lunas PBB


 

RADARLAMPUNG.CO.ID – Menjelang akhir tahun 2020, Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) mencatat masih ada tiga dari sembilan kecamatan di daerah setempat belum melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2020. Tiga kecamatan tersebut yakni Tulang Bawang Tengah, Tulang Bawang Udik, dan Tumijajar.





“Baru enam kecamatan yang sudah lunas, sedangkan tiga kecamatan yang belum lunas itu masih ada waktu untuk melunasi sampai 31 Desember mendatang sesuai batas akhir yang telah ditetapkan,” ungkap Jimi Robiansyah, S.Kom, MM, Kasi Penagihan PBB pada BPPRD Tubaba, Senin (14/12) siang.

Dijelaskannya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor PBB tahun 2020 dari kecamatan se-Tubaba ditargetkan sebesar Rp3,6 miliar. Dari target tersebut, lanjutnya, sampai saat ini tercatat sudah terealisasi sekitar Rp3,2 miliar. “Secara umum sampai saat ini sudah sekitar 90 persen. Untuk itu kita berharap kecamatan yang belum lunas dapat segera melunasinya sebelum batas waktu tersebut, agar target PBB dapat tercapai,”harapnya.

Menurut Jimi, batas waktu pelunasan telah dilakukan perpanjangan oleh Pemkab Tubaba lantaran pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini.”Sesuai dengan SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang) yang diterbitkan, batas akhir pelunasan PBB adalah 31 Oktober 2020. Tapi karena Covid-19 maka diperpanjang hingga 31 Desember 2020, sebab khusus untuk penagihan PBB kecamatan memang masih melibatkan kolektor dan perangkat tiyuh,”ulasnya.

Pihaknya pun tetap optimis target PBB tahun ini dapat tercapai sebelum batas akhir 31 Desember. Untuk itu, lanjutnya, komunikasi dengan kecamatan yang belum lunas PBB terus dilakukan. “Kita memaklumi, karena untuk penagihan tahun ini memang terkendala Covid-19. Namun, kita harus tetap optimis target yang telah ditetapkan tahun 2020 ini dapat tercapai,”tandasnya.

Saat berbincang-bincang dengan Radar Tuba di ruang kerjanya, Plt. Camat Tumijajar Erwan Syahroni, SE mengakui bahwa target PBB di wilayah setempat memang belum lunas 100 persen.”Baru terealisasi sekitar 87 persen, karena masih ada beberapa tiyuh yang memang belum lunas. Kita juga sudah memberikan himbauan agar mereka segera melunasinya sebelum batas waktu yang ditentukan. Mudah-mudahan tercapai,”singkatnya. (fei/rnn/yud)