Tiga Menteri Hadiri Dialog Nasional, Ini yang Dibahas

  • Bagikan

radarlampung.co.id- Tiga menteri Republik Indonesia (RI) hadiri Dialog Nasional Indonesia Maju, yang digelar di gedung Convention Hall Mahligai Agung Universitas Bandar Lampung (UBL), Senin, (14/5).

Ketiga menteri tersebut yakni Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI Prof. H. Muhammad Nasir, Menteri Perhubungan Ir. Budi Karyadi Sumadi dan Menteri Sosial Dr. Idrus Mahram.

Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah II-Bandarlampung Firmansyah Y. Alfian mengatakan, kegiatan ini digelar untuk mengetahui arah dan tujuan pendidikan nasional, seperti yang diamanatkan oleh UUD dasar 1945, yang memiliki tujuan utama mencerdaskan kehidupan berbangsa yang diikuti dengan peningkatan iman dan takwa serta pembinaan akhlak mulai seluruh warga negara.

Baca Juga:   Terpidana Fee Proyek Lamsel Jalani Eksekusi Hukuman di Rutan Kelas I Bandarlampung

“Kedatangan tiga Menteri hari ini untuk melakukan dialgo nasional, akan menjadi sebuah wahana bagi kita semua yang hadir, untuk memberikan gambaran sejauh mana pendidikan berkualitas dan merata terjadi di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Menurutnya, Provinsi Lampung memiliki bentang geografis yang unik terdiri dari laut, gunung, bukit dan lembah yang terbagi dalam 15 kabupaten dan kota.”Semoga dengan adanya dialog ini akan ada solusi-solisi strategis dan teknis yang dapat disegerakan untuk mewujudkan pemerataan pendidikan di Lampung,” kata dia.

Terkait dengan bentang geografis, lanjut dia, Lampung membutuhkan langkah-langkah strategis dan teknis untuk menyelesaikan masalah perhubungan antar Kabupaten dan antar provinsi.

“Dalam dialog ini kami semua berharap agar menteri perhubungan dapat menyuarakan aspirasi kata semua kepada pimpinan negara untuk segera membangun infrastruktur,” paparnya.

Baca Juga:   Tujuh Daerah di Lampung Ini Berstatus Zona Merah Covid-19

Dia mengungkapkan, saat ini data yang dikeluarkan oleh BPS Lampung menyatakan bahwa jumlah penduduk miskin hingga akhir 2017 yang lalu masih tersisa diangka satu juta , tentu saja angka ini cukup besar bila dibandingkan dengan jumlah penduduk di Provinsi Lampung.

“Kami yakin, diantara mereka yang miskin memiliki kemampuan untuk menempuh pendidikan tinggi namun terkendala biaya, semoga dengan tugas pokok dan fungsi utama dari Kementerian Sosial. Yaitu dengan melakukan rehabilitas sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial dan penanganan fakir miskin,” tandasnya. (ndi/ang)




  • Bagikan