Tiga Pelaku Turut Diamankan, Terkait Peredaran 1500 Butir Pil Ekstasi

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Selain menangkap tersangka pengedar 1500 butir pil ekstasi, Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung juga menciduk tiga orang pelaku dua diantaranya wanita, ketiganya diduga sebagai pengedar pil ekstasi.

Dirresnarkoba Polda Lampung Kombes Shobarmen mengatakan, bahwa ketiga orang pelaku tersebut diringkus ditempat dan waktu berbeda, dari ketiga pelaku pihaknya mengamankan barang bukti berupa puluhan pil ekstasi.

“Pertama kami menangkap dua orang wanita yakni Lina Septiana dan Nyayu Kartina itu di Way Halim, tapi ditempat dan waktu yang beda, selanjutnya diri hasil pengembangan kami satu orang laki-laki bernama Ahmad Junaidi, dari ketiganya kami amankan 39 butir pil ekstasi dan satu paket sabu,” ujarnya, Kamis, (31/5).

Baca Juga:   Tujuh Daerah di Lampung Ini Berstatus Zona Merah Covid-19

Atas penangkapan terhadap ketiga tersangka, lanjut Shobarmen, pihaknya menduga masih ada keterlibatannya dengan jaringan tersangka Riki Jamal.”Masih kami dalami tapi kemungkinan barang ini masih jaringan tersangka Riki Jamal, soalnya kalau lihat dari jenis barangnya sama,” jelasnya.

Dia menuturkan, penangkapan terhadap tersangka Lina Septiana berawal dari informasi masyarakat bahwa ada sebuah rumah di Jalan Durian I, Way Dadi, Sukarame, Bandarlampung sering dijadikan pesta narkoba.

“Dari rumah itu kami menangkap Lina Septiana dengan barang bukti sebanyak sembilan butir pil ekstasi logo nike warna hijau,” jelasnya.

Selanjutnya, dari hasil keterangan Lina, petugas kembali meringkus seorang wanita bernama Nyayu Kartina,”Dari pengakuan tersangka Lina bahwa telah menyerahkan satu paket sabu Nyayu, kemudian dilakukan pengembangan kembali kami tersangka Ahmad Junaidi,” terangnya.

Baca Juga:   Dor ! Buron Perampokan Minimarket Ditangkap

Dia menambahkan, selanjutnya dilakukan penggeledahan di kediaman tersangka Ahmad Junaidi, pihaknya menemukan puluhan butir pil ekstasi merk nike warna hijau.

“Lalu ketiganya kami bawa ke kantor untuk dilakukan pengembangan kembali dari mana mereka mendapatkan barang tersebut,” pungkasnya. (ndi/ang)




  • Bagikan