Tiga SD di Tanggamus Bakal Dibangun RKB

  • Bagikan

radarlampung.co.id—Tiga Sekolah Dasar (SD) diprioritaskan  mendapatkan pembangunan ruang kelas baru. Hal itu didasari dari kondisi dan masukan dari berbagai pihak.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tanggamus, Aswin Dasmie melalui Sekretaris Lauyustis mengatakan, tiga sekolah tersebut yakni SDN 2 Tanjung Betuah, Kecamatan Cukuh Balak, SDN 3 Pekon Rantau Tijang dan SD di Pulau Tabuan, Kecamatan Cukuh Balak.

Di SDN 2 Tanjung Betuah akan dibangun dua ruang kelas baru, ini untuk mengurangi empat ruang kelas yang sudah tidak layak.

Di SDN 2 Tanjung Betuah,  kelas I sampai IV belajar di bangunan terbuat dari papan. Kondisi papannya sendiri sudah banyak yang rusak bahkan jebol. Lantainya juga rusak sudah separuh lantai semen dan tanah. Lantas tidak ada lagi pintu dan jendela, kata Lauyustis.

Baca Juga:   Wali Murid Berharap Metode Pendukung Daring untuk Tingkatkan Skil Siswa

Selanjutnya,  SDN 3 Pekon Rantau Tijang, mendapat tambahan tiga ruang kelas baru. Di tempat ini pun ruang kelas masih terbuat dari papan dan beratapkan seng, selama ini kondisinya pun menghawatirkan dan butuh perbaikan.

Dinding papan sudah banyak yang rapuh dan nyaris jebol, lantai semen juga sudah banyak yang rusak. Atapnya pun banyak yang bolong dan bocor saat hujan. Bahkan jika hujan disertai angin terkadang atap seng seperti akan lepas.

“Satu lagi SD di Pulau Tabuhan, di sana ruang kelas yang akan dibangun baru antara dua sampai empat ruang,  sesuai dengan kemampuan dana, Pembangunan di tiga sekolah itu akan dianggarkan di APBD 2020, ada yang dibangun lewat APBD ada yang dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK),”ujarnya.

Baca Juga:   Polda Lampung-UTI kembali adakan gerai Vaksin Presisi di UTI

Ia mengaku, untuk pembangunan maupun rehab berat, sementara ini tiga sekolah itu dulu. Itu pun tiap sekolah hanya separuh dari kebutuhan. Sebab harus menyesuaikan ketersediaan anggaran yang ada. Ia berharap pembahasan anggaran 2020 nanti dengan DPRD, pembangunan di sekolah-sekolah itu terealisasi.

“Minimal untuk memenuhi sebagian kebutuhan di sekolah-sekolah tersebut, dan jika semuanya harus dibangun tentu akan memerlukan anggaran yang besar, bertahap kita lakukan dan pada prinsipnya kita terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan sarana belajar yang layak bagi anak didik kita,”tandasnya. (iqb/ehl/wdi)




  • Bagikan