Tiga SMK COE di Lampung Dapat Penilaian Tertinggi Kemendikbud

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID-Tiga dari 10 SMK di Lampung yang masuk dalam Center Of Excellence (COE) di Lampung untuk SMK, meraih nilai tertinggi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Meskipun, secara langsung Kemendikbud belum menetapkan sekolah mana yang akan dipilih untuk nantinya menjadi sekolah penggerak.

Kabid Pembinaan SMK Disdikbud Lampung Zuraida Kherustika mengatakan total ada 10 SMK yang sebelumnya masuk dalam SMK COE di Lampung. Diantaranya SMKN 1 Bandarlampung, SMKN 3 Metro, SMKN 2 Metro, SMK Muhammadiyah Way Sekampung Lampung Timur, SMK Muhammadiyah Tumijajar Tulangbawang Barat, SMKN 1 Gedong Tataan Pesawaran, SMKN 1 Sukoharjo Pringsewu, SMK Ma’arif Banyumas Pringsewu, SMKN 1 Abung Selatan Lampung Utara, SMKN 4 Metro.

“Belum ditunjuk dari Kementerian untuk penetapannya. Hanya dari 10 SMK itu, ada tiga SMK masuk nilai tertinggi di Lampung. Penilaiannya ini dari 2019-2020 ini nilai tertinggi. Yaitu SMKN 1 Bandarlampung, SMKN 3 Metro, dan SMK Muhammadiyah Tumijajar,” jelasnya Selasa (2/2).

Baca Juga:   Alumni Universitas Teknokrat Indonesia Gawangi IT Kemenkeu

Dia melanjutkan, progran COE yang akan berlabuh pada program sekolah penggerak ini memang belum ada penentuan sekolah yang ditunjuk. Hanya, program ini memang merupakan program berkelanjutan yang nantinya akan menjadikan sekolah tersebut menjadi pusat unggulan.

“Jadi pada 2019 itu programnya revitalisasi, kemudian di 2020 ini dilanjutkan dengan COE. Dan berlanjut di 2021 ini. Hanua saja untuk mendapatkan nya ada beberapa yang penting diperhatikan,” tambahnya.

Di mana, Kemendikbud menginginkan sekolah yang masuk COE memiliki satu fokus kompetensi unggulan. Misalnya, kata Zuraida, SMKN 3 Metro unggul di Teknik Mesinnya.

“Tapi SMKN 2 metro tidak, karena keseluruhan memiliki. Kemudian SMK Muhammadiyah Tumijajar, bahkan memiliki bengkel otomotif yang mewah sekali. Artinya satu fokus tersebut,” tambahnya.

Baca Juga:   Alumni Universitas Teknokrat Indonesia Gawangi IT Kemenkeu

Namun hingga saat ini belum juga dapat diketahui, SMK mana yang nantinya akan terpilih menjadi sekolah penggerak. Disdikbud provinsi Lampung juga masih menunggu kabar tersebut tahun ini. (rma/wdi)



  • Bagikan