Tim Dokpol Polda Lampung Sambangi Kediaman Abrip Asep

  • Bagikan

//Polisi yang Ditemukan Pasca Tsunami Aceh 2004//

RADARLAMPUNG.CO.ID – Tim Dokpol Polda Lampung menyambangi kediaman keluarga Abrip Asep. Salah satu personel polisi yang ditemukan kembali setelah 17 tahun dinyatakan hilang pasca Tsunami Aceh pada tahun 2004 lalu.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, kedatangan Tim Dokpol Polda Lampung itu, untuk mengambil sampel dari pihak keluarga Abrip Asep.

“Tadi tim langsung datang ke rumahnya yang berada di Natar, Lampung Selatan (Lamsel). Tujuannya untuk mengambil sampel darah agar dilakukan pencocokan DNA,” katanya, Sabtu (20/3).

Menurut Pandra -sapaan akrabnya- pengambilan DNA keluarga Abrip Asep untuk mengetahui apakah identik atau tidaknya. “Nanti ketika hasil DNA itu sudah keluar Tim Dokpol Polda Lampung akan berkoordinasi dengan Tim Dokpol Polda Aceh,” kata dia.

Baca Juga:   Dalam Dua Hari, Delapan Pasien Covid-19 di Lambar Wafat

Untuk diketahui, beredar kabar seorang personel Brimob yang hilang saat tsunami pada tahun 2004 ditemukan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh.

Anggota Brimob Abrip Asep ditemukan setelah dinyatakan 17 tahun menghilang dalam tragedi Tsunami Aceh. Keberadaan Abrip Asep ditemukan oleh Bripka Indra dan rekannya saat mendatangi RSJ Zaenal Abidin Banda Aceh pada Rabu (17/3).

“Pasien yang diduga Apbrip Zainal Abidin alias Asep mulai dirawat di rumah sakit itu sejak tahun 2009 lalu,” kata Pandra.

“Dia dibawa tahun 2009 dari Sampoiniet, Aceh Jaya. Yang membawanya kepala desa tapi sekarang sudah meninggal.
Pihak Sat Brimob Polda Lampung sudah berkoordinasi dengan keluarga Apbrip Asep yang berada di desa Natar Lampung Selatan untuk memberitahukan penemuan Abrip Asep di RSJ Banda Aceh,” sambungnya.

Baca Juga:   Absen Rapat dengan Gubernur Lampung, Tiga Bupati Isolasi Mandiri

Abrip Asep bertugas sebagai pasukan Bantuan Keamanan Operasional Brimob Resimen II Kedung Halang Bogor ke Polda Aceh. Ia bertugas sebagai Poskotis Brimob Peukan Banda Aceh pada tahun 2004.

Saat tsunami terjadi, posko tempat Brimob Abrip Asep bertugas hancur bersama bangunan lain hingga rata dengan tanah. (ang/yud)




  • Bagikan