Tim Pengabdian Unila Ciptakan Sistem Rantai Pasok Industri Pakan Ternak Digital Berbasis IoT

  • Bagikan
Uji website SCM oleh Tim Pengabdian Desa Binaan Unila dan mitra. Source: Tim Pengabdian Unila
Uji website SCM oleh Tim Pengabdian Desa Binaan Unila dan mitra. Source: Tim Pengabdian Unila

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sebagai kawasan yang kaya dengan berbagai macam komoditas pertanian, Lampung dapat dikatakan sebagai salah satu sentra agroindustri di Indonesia.

Usaha bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan produk turunannya dapat dikelola dengan ‘subur’ di Lampung.


Peternakan adalah satu dari berbagai usaha yang paling prospektif dan banyak dilirik oleh masyarakat. Tidak melulu tentang bisnis penggemukan ternak, bisnis pakan ternak ternyata memiliki margin yang cukup besar.

Seperti yang dilakukan oleh generasi muda Lampung Tengah di Seputih Raman. Di bawah naungan CV Raman Farm Sejahtera, Indra Sofwatama, alumni Unila yang menjadi owner perusahaan tersebut, selama lima tahun terakhir giat menggerakkan masyarakat sekitar untuk mengolah limbah pertanian, seperti limbah sawit, onggok, bonggol jagung, kulit kopi, dan produk samping lain, menjadi pakan ternak yang memiliki customer hingga ke Sumatera Barat dan Pulau Jawa dengan omset ratusan juta perbulan.

Namun, sebagai usaha yang relatif masih baru, banyak tantangan yang harus diselesaikan agar bisnisnya terus berkembang secara berkelanjutan.

Baca Juga:   Rekomendasi 5 Sepatu Olahraga Wanita Terbaik dan Terbaru, Desainnya Stylish!

Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan ini adalah tata kelola rantai pasok. Dari sejak bahan baku datang dari supplyer hingga data jejaring distribusi produk kepada end user.

Padahal, konektifitas antar komponen bisnis di era modern saat ini adalah salah satu kunci penentu produktivitas dan kontinyuitas sebuah usaha.

Data setiap komponen rantai pasok diharapkan dapat diperbarui secara real time agar pemilik usaha dapat segera mengambil keputusan apabila terjadi situasi darurat. Misalnya ketika stock bahan baku langka, sedangkan permintaan selalu mengalami peningkatan.

Tim Pengabdian Desa Binaan Unila sedang survey alat-alat yang akan dipasang IoT. Source: Tim Pengabdian Unila
Tim Pengabdian Desa Binaan Unila sedang survey alat-alat yang akan dipasang IoT. Source: Tim Pengabdian Unila

Tim Pengabdian Universitas Lampung yang diketuai oleh Sri Ratna Sulistiyanti (Dosen Fakultas Teknik Unila), FX Arinto (Dosen Fakultas Teknik), Agrianti Komalasari (Dosen Fakultas Ekonomi), Diki Danar Tri Winanti (Dosen Fakultas Pertanian), bersama Bobby Malela Hutagalung (Mahasiswa Fakultas MIPA) mencoba berkolaborasi untuk memberikan solusi berupa manajemen supply chain berbasis web untuk melakukan pendataan ketersediaan bahan baku dan produk pakan ternak secara real time.

Baca Juga:   Rekomendasi 5 Sepatu Olahraga Wanita Terbaik dan Terbaru, Desainnya Stylish!

Sistem berbasis web tersebut dilengkapi dengan internet of things (IoT) berupa sensor timbang yang datanya langsung masuk ke sistem web, sehingga pengelola CV Raman Farm sejahtera dapat memantau ketersediaan bahan baku maupun produk dalam gudang dengan cepat.

Menurut Sri Ratna Sulistiyanti sebagai ketua tim pengabdian, kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi salah satu kontribusi Unila dalam penerapan IPTEK di bidang pertanian untuk meningkatkan konektifitas data antar proses produksi. Sehingga owner dapat segera mengambil keputusan dengan data yang akurat.

Tim Pengabdian Desa Binaan Unila survey lokasi Mitra. Source: Tim Pengabdian Unila
Tim Pengabdian Desa Binaan Unila survey lokasi Mitra. Source: Tim Pengabdian Unila

Indra Sofwatama sebagai owner CV Raman Farm Sejahtera merasa sangat terbantu dengan solusi berupa sistem web supply chain manajemen yang ditawarkan Tim Pengabdian Unila. Kemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat dirasakan juga oleh pengusaha yang lain. (gie/rls/sur)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan