TIM PKM Dosen UML, Gandeng MI Nurul Asyrof Kembangkan Produk Handsanitizer Ektra Daun Sirih Merah dan Jeruk Nipis

  • Bagikan
FOTO TIM PKM UML : 1) Foto bersama Tim PKM Dosen UML disela sela kegiatan Pengabdian Masyarakat di MI Nurul Asyrof
Foto bersama Tim PKM Dosen UML disela sela kegiatan Pengabdian Masyarakat di MI Nurul Asyrof

RADARLAMPUNG.CO.ID – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Dosen Universitas Muhammadiyah Lampung (UML), melakukan pengabdian masyarakat dengan menggandeng Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Asyrof Desa Sinar Sari, Kecamatan Telukbetung Barat, Bandarlampung.

Tim Pengabdian Masyarakat UML ini terdiri dari Mediyansyah, M,Pd (Ketua Tim) , Tansri Adzlan Syah, M.Psi., Psikolog, Hesti, M.Pd dan Fungky Marian, M.Pd.


Kegiatan yang dimulai awal bulan Oktober 2021 ini bertujuan untuk mendampingi Desa Sinar Sari dalam mengembangkan produk Handsanitizer Ekstrak daun sirih merah dan jeruk nipis. Pendampingan dari sisi pengembangan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di wilayah tersebut.

Program ini di lakukan untuk memberikan solusi yang berkaitan dengan permasalahan yang masih umum pada masyarakat desa, antara lain kurangnya pemanfaatan sumber daya alam serta kurangnya kesadaran masyarakat atas berbagai macam potensi yang di miliki untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa sinar sari.

“Pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini menyebabkan kita perlu selalu waspada salah satunya dengan menerapkan 5 M termasuk penggunaak handsanitizer sebagai salah satu solusi untuk terhindar dari Covid 19,” Ungkap Ketua tim pengabdian kepada masyarakat UML, Medi Yansyah, Jumat (5/11).

Baca Juga:   Ini Pesan Gubernur Lampung untuk Wisudawan IIB Darmajaya
FOTO TIM PKM UML : 1) Foto bersama Tim PKM Dosen UML disela sela kegiatan Pengabdian Masyarakat di MI Nurul Asyrof 2) Masyarakat Teluk Betung Barat, Bandarlampung tampak antusias mendengarkan pengarahan dari Tim PKM Dosen UML
Masyarakat Teluk Betung Barat, Bandarlampung tampak antusias mendengarkan pengarahan dari Tim PKM Dosen UML

Medi menyampaikan, Pemilihan desa Sinar Sari sebagai lokasi pendampingan, karena melihat potensi strategis yang dimilikinya. Selain secara geografis masih berada di wilayah Bandarlampung, salah satu desa yang berbatasan langsung antara kota Bandarlampung dan Kabupaten Pesawaran.

“Daerah ini memiliki potensi sumber daya alam yang mumpuni seperti pemandangan kota dari atas bukit yang estetik, wisata pemandian alam sampai dengan pertanian oleh warga lokal,”jelasnya.

Adapun rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sendiri terdiri dari, Penyerahan stimulus desa apotik melalui pemberian bibit dan pupuk oleh Medi Yansyah, M.Pd.

Serta Pendampingan pembuatan Handsanitizer Ekstrak daun sirih merah dan jeruk nipis sebagai salah satu solusi kewirausahaan di masa pandemi Covid 19.

Baca Juga:   Tahap Lima, Ratusan Pendidik Daftar Guru Penggerak

Kemudian, Workshop Apotik Desa dengan narasumber Tansri Adzlan Syah, M.Psi., Psikolog.

“Workshop dan diskusi ini, untuk pengembangan desa kedepannya perlu berlandaskan konsep SDGS Desa sehingga penting untuk menggali potensi desa. Dari hasil diskusi guru, warga desa sepakat untuk mengembangkan berbagai potensi seperti taman selfie, pengeloalan daur ulang limbah / sampah serta pengelolaan sirih merah,”tambah Tansri.

Kemudian, Sosialisasi Beasiswa Jalur Desa Universitas Muhammadiyah Lampung oleh Fungky Marian, M.Pd. Dan terakhir, Penguatan kompetensi guru MI Nurul Asyrof melalui seminar Blended Learning oleh Hesti, M.Pd.

Kegiatan ini disambut baik oleh Ketua Yayasan Nurul Asyrof Bapak Poniran. MT, S.Pd.I.

“Kami berterima kasih kepada tim dari UML yang telah berkomitmen membantu untuk mengambangkan potensi desa yang dimiliki, mudah-mudahan dikemudian hari desa Sinar Sari mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui pendampingan pembuatan Handsanitizer sebagai salah satu kewirausahaan maupun terhadap SDM-nya,”pungkasnya.(gie/yud)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan