Tim PKM Polinela Berperan dalam Peningkatkan Omzet Kopi Organik di Lampung Barat

  • Bagikan
Penyerahan Bantuan Timbangan Digital dari Ketua Tim Eko Win Kenali Kepada Ketua Kelompok Ampera Solehudin. Foto Tim PKM Polinela for radarlampung.co.id

Radarlampung.co.id – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (Tim PKM) DIPA Politeknik Negeri Lampung (Polinela) terus berupaya memberikan kontribusi dalam peningkatkan pemberdayaan masyarakat khususnya memberdayakan kelompok tani.

Nah, Kali ini Tim PKM Polinela yang terdiri dari Ketua Tim Eko Win Kenali bersama Anggota tim lainnya Analianasari, Desi Maulidia, Dayang Berliana, Edy Humaidi. Mereka berperan dalam Peningkatkan Omzet Kopi Organik khusus terhadap Kelompok Tani Ampera yang berlokasi di Desa Sindang Pagar Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Lampung Barat (Lambar).

Dimana Tim Polinela, telah membuatkan web kelompok Ampera dengan tujuan untuk mempromosikan kopi produksi kelompok baik yang organik maupun non organik dengan link https://ampera.or.id/ .

“Polinela sendiri juga memiliki web:  https://polinela.ac.id/. Untuk mengetahui perkembangan informasi tentang berbagai penelitian dan pengabdian masyarakat, sehingga kelompok tani juga mengupdate informasi tentang pertanian,” ungkap Ketua Tim PKM Polinela Eko Win Kenali kepada Radarlampung.co.id, Senin (14/9).

Sementara, Anggota Tim PKM Analianasari menjelaskan, Kabupaten Lambar merupakan daerah pelopor dalam mengimplementasikan dominasi asal kopi. Hal ini menunjukkan bahwa produk tersebut memiliki karakteristik yang terkait dengan aspek lingkungan geografis seperti iklim, ketinggian, dan tanah.

“Perbedaan aspek lingkungan geografis dapat mempengaruhi tingkat dan status kandungan biokimia kopi. Faktor lain disebabkan kultivar, iklim, dan metode pascapanen menentukan komposisi kimia biji kopi yang dapat mempengaruhi kualitas rasa,” ujarnya.

Baca Juga:   Polda Lampung-UTI kembali adakan gerai Vaksin Presisi di UTI

Menurutnya, Perbedaan budidaya kopi  non organik dan organik dikalangan petani, akan menghasilkan perbedaan karakteristik kimia, flavor dan cita rasa kopi. Cita rasa dan kualitas kopi sangat dipengaruhi oleh faktor ekologis tempat tumbuh dan budiaya kopi.

“Seiring dengan tingkat kesadaran yang tinggi bahwa hidup sehat sangat penting, makanya masyarakat mulai menginginkan mengkonsumsi kopi yang sehat (organik),” katanya.

Kelompok Tani Ampera yang berlokasi di Desa Sindang Pagar Kecamatan Sumber Jaya Lampung Barat, sudah melaksanakan budidaya kopi organik sejak tahun 2015 dan mendapatkan sertifikat INFOICE (Indonesia Organik Farming Certification) dan saat ini sertifikasi tersebut sudah berakhir sehingga diperlukan perpanjangan sertifikasi organik.

“Pentingnya perpanjangan sertifikasi organik sebagai jaminan pasar bahwa kopi yang dihasilkan benar-benar dilakukan secara organik,”jelas Ana.

Diskusi antara Anggota Tim Analianasari bersama Anggota Kelompok Ampera untuk peningkatan produksi kopi organik

Sertifikasi organik merupakan proses untuk mendapatkan pengakuan bahwa proses budidaya dan pengolahan kopi dilakukan berdasarkan standar yang sudah ditetapkan. Dimana, Luas lahan kopi organik, saat ini menurun menjadi 4 Ha dengan jumlah anggota 10 orang. Sehingga jumlah petani mengalami penurunan dari tahun 2013 berjumlah 30 orang

Baca Juga:   Polda Lampung-UTI kembali adakan gerai Vaksin Presisi di UTI

“Tapi, hanya 10 orang yang berkomitmen untuk menjalankan Pertanian kopi secara organik sampai tahun 2020 dengan target sasaran adalah konsumen yang sadar hidup sehat dan mencintai lingkungan,”kata Ana kepada Radarlampung.co.id pada Senin (14/9) diruangannya.

Ana menambahkan, Penurunan jumlah petani kopi untuk menjalankan budidaya kopi organik disebabkan beberapa faktor diantaranya produktivitas rendah, harga biji kopi kering (grean been) sama dengan biji kopi non organik di tingkat pedagang pengumpul, dan pemasaran terbatas pada daerah lokal.

Faktor lain disebabkan karena kurangnya promosi dan informasi yang dilakukan pemerintah maupun pihak terkait untuk mengangkat citra kopi organik, baik dari kandungan fungsional bagi kesehatan maupun cita rasa kopinya.

Kedepan, kata Ana, tim memiliki program akan melakukan pendampingan untuk mereakreditasi kembali sertifikasi organik INFOICE (Indonesia Organik Farming Certification) dan peningkatan produksi kelompok tani.

“Kita juga berharap ada dukungan Kerjasama dengan Pemerintah Daerah Lampung Barat (Pemda Lambar) agar bersama sama mewujudkan mimpi peningkatkan Omzet Kopi Organik didaerah tersebut,”pungkasnya. (gie/yud)




  • Bagikan