Tim PKM Polinela Ciptakan Inovasi Kelestarian Serangga Penyerbuk Sebagai Upaya Peningkatan Produksi Tanaman Kelapa Sawit

  • Bagikan
Penyuluhan kelestarian serangga penyerbuk oleh tim PKM Polinela. Foto Polinela
Penyuluhan kelestarian serangga penyerbuk oleh tim PKM Polinela. Foto Polinela

RADARLAMPUNG.CO.ID – Peranan serangga penyerbuk (Eladobius kamerunicus) sangat membantu dalam meningkatkan tingkat keberhasilan bunga menjadi buah yang pada akhirnya akan terjadi peningkatan buah/tandan serta berat tandan per pohon pada tanaman kelapa sawit.

Serangga penyerbuk tidak hanya meningkatkan kuantitas buah kelapa sawit antara 15-20 persen, tetapi juga dapat menaikkan kualitas minyak atau hasil olahan kelapa sawit.


Penyerbukan merupakan suatu proses pemindahan polen atau serbuk sari dari bunga jantan ke bunga betina. Proses penyerbukan alami pada kelapa sawit sangat bergantung dari ketersediaan serangga penyerbuk yang keberadaannya dipengaruhi  beberapa faktor, di antaranya tingkat curah hujan, kelembaban, angin, suhu, dan penggunaan bahan kimia.

Baca Juga:   Rekomendasi 5 Sepatu Olahraga Wanita Terbaik dan Terbaru, Desainnya Stylish!

Hal-hal tersebut merupakan faktor-faktor yang menyebabkan ketidaksempurnaan dari proses penyerbukan kelapa sawit.

Oleh sebab itu, perlu dilakukan kelestarian atau keberlangsungan hidup dan perkembangbiakkan dari serangga penyerbuk kelapa sawit. Dilihat dari potensi tersebut, tim Politeknik Negeri Lampung (Polinela) yang diketuai oleh Ir. Bambang Utoyo, M.P. beserta Adryade Reshi Gusta, S.P., M.Si., Ir. Joko S.S. Hartono, M.T.A., Ir. Made Same, M.P., Kresna Shifa Usodri, S.P., M.Si., Dimas Prakoswo Widiyani, S.P., M.P., Sapto Wardoyo, dan Vitri Meliawati melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk kegiatan penyuluhan guna meningkatkan produksi tanaman kelapa sawit dan pendapatan petani yang tergabung di Kelompok Tani Mekar Jaya Desa Negara Tulangbawang, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara.

Baca Juga:   Rekomendasi 5 Sepatu Olahraga Wanita Terbaik dan Terbaru, Desainnya Stylish!

Dalam penyuluhan tersebut juga disampaikan, serangga penyerbuk (Eladobius kamerunicus) memiliki masa hidup yang relatif singkat yaitu 21 hari untuk betina, dan 24 hari untuk jantan. Selama siklus hidup tersebut banyak faktor yang harus dioerhatikan dalam menjaga keberadaannya.

Pengelolaan kelestarian serangga penyerbuk tersebut penting untuk dilakukan karena serangga penyerbuk ini memiliki musuh alami berupa predator dan parasait yang memakan telur-telur yang berada pada bunga betina tempat perkembangbiakkannya.

Diskusi dengan para petani juga dilakukan guna pengetahuan dan wawasan dimiliki dapat tersampaikan ke petani, dan dapat diterapkan untuk meningkatkan produksi. (**/sur)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan